Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

PR Mangga Gandeng Di-lockdown

Ratusan Pekerja Pabrik Rokok Reaktif

14 September 2020, 14: 31: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

Korona

DETEKSI COVID: Gugus tugas Kabupaten Nganjuk dan Puskesmas Berbek melakukan rapid test puluhan pekerja pabrik rokok Mangga Gandeng di Desa Patranrejo, Berbek. Swab tes terhadap pekerja yang mengalami gejala baru akan dilakukan hari ini. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jumlah pekerja dari pabrik rokok Mangga Gandeng yang reaktif bertambah lagi. Jika sebelumnya baru dideteksi 34 pekerja yang reaktif, sesuai hasil rapid test terbaru total ada 110 orang yang dinyatakan reaktif.

Hingga Sabtu (12/9) lalu, total ada 198 pekerja pabrik rokok Mangga Gandeng yang menjalani rapid test. Dari jumlah itu, sebanyak 110 pekerja dinyatakan reaktif atau sebesar 55,5 persen. “Masih bisa bertambah lagi karena masih ada 77 orang yang belum di-rapid,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Agus Frihannedy.

Terkait perkembangan klaster baru Covid-19 di pabrik rokok Mangga Gandeng, Agus menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan gugus tugas untuk melakukan tracing agar penularan terhadap tenaga kerja bisa terputus. Terkait pekerja mana saja yang akan menjalani tes swab, menurut Agus merupakan kewenangan dari gugus tugas.

Korona

TAK BOLEH BEROPERASI: Polisi mengamankan pelaksanaan rapid test di PR Mangga Gandeng, Sabtu (12/9) lalu. (Rekian - radarkediri.id)

Fokus disnakerkop UM menurutnya adalah pada keselamatan tenaga kerja. “Yang penting penularan di sana bisa dihentikan. Keselamatan pekerja itu yang utama,” tegasnya.

Untuk diketahui, hingga Sabtu (12/9) lalu pabrik rokok Mangga Gandeng memang masih beroperasi. Mereka meminta izin tetap memasukkan karyawan karena ratusan pekerja mereka menerima gaji setiap hari Sabtu.

Selebihnya, pihak pabrik menyepakati berhenti beroperasional mulai Senin (14/9) ini. Adapun ratusan karyawan baik yang reaktif maupun nonreaktif diminta menjalani isolasi mandiri hingga 24 September nanti. Dalam kurun waktu tersebut, perusahaan juga tidak boleh beroperasi. 

Masih beroperasinya pabrik hingga Sabtu lalu sempat membuat warga di sekitar pabrik resah. Pasalnya, tidak sedikit pekerja pabrik rokok yang merupakan warga Desa Patranrejo, Berbek. Sehingga, mereka khawatir warga sekitar bisa tertular korona. “Seharusnya kesehatan warga sekitar juga diperhatikan,” keluh Rianto, 38, warga setempat.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Mokhamad Yasin mengungkapkan pemkab sudah mengambil langkah tegas. Yakni, mulai hari ini pabrik rokok Mangga Gandeng di-lockdown.

Pemberlakuan lockdown di pabrik rokok, menurut Yasin sama dengan dua sekolah di Nganjuk sebelumnya. “Pabrik ditutup selama 14 hari, pekerjanya dikarantina,” tegas Yasin.

Khusus untuk pekerja yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, menurut Yasin akan menjalani isolasi di RS Darurat Covid-19 Pu Sindok. Untuk memastikan ratusan pekerja pabrik rokok itu melakukan isolasi mandiri dengan disiplin, Yasin meminta kepala desa, camat, dan gugus tugas desa melakukan pengawasan.

Meski demikian, dia berpesan agar masyarakat tidak mengucilkan orang yang hasil rapid test-nya reaktif atau pasien positif. “Semua orang berpotensi tertular. Jangan dikucilkan,” pintanya.

Sementara itu, selain potensi penambahan pasien Covid-19 dari klaster Mangga Gandeng, hingga kemarin masih terus terjadi penambahan kasus korona di Nganjuk. Sejak Sabtu hingga Minggu kemarin, total ada sebelas pasien yang dinyatakan positif. Satu orang di antaranya meninggal dunia.

Pasien yang meninggal adalah laki-laki berusia 59 tahun asal Loceret. Sebelumnya dia dirawat di RSUD Nganjuk. Dengan meninggalnya satu pasien tersebut, total pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 43 orang. “Dia meninggal pada Jumat (11/9) lalu, dan baru diketahui Covid-19 hari ini (kemarin, Red),” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto.

Adapun 10 pasien Covid-19 lainnya berasal dari beberapa daerah di Nganjuk. Yaitu, perempuan berusia 26 tahun, perempuan berusia 55 tahun, dan perempuan berusia 25 tahun asal Kertosono. Kemudian, perempuan berusia 42 tahun asal Sukomoro.

Selanjutnya, perempuan berusia 22 tahun, dan bayi perempuan satu tahun asal Berbek. Ada pula laki-laki berusia 32 tahun asal Tanjunganom, perempuan berusia 36 tahun asal Nganjuk, hingga laki-laki berusia 53 tahun asal Loceret.

Dengan penambahan 11 pasien tersebut, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Nganjuk sebanyak 368 orang. Selain penambahan pasien tersebut, kemarin juga ada dua pasien sembuh dan langsung diperbolehkan pulang. “Pasien yang sembuh itu laki-laki berusia 65 tahun asal Baron, dan laki-laki berusia 30 tahun dari Ngronggot,” jelas Hendri.

Klaster PR Mangga Gandeng:

-Total ada 110 pekerja yang dinyatakan reaktif

-Pemkab menerapkan lockdown mulai Senin (14/9) hingga Kamis (24/9)

-Pabrik diminta melakukan disinfeksi dan pembersihan total

-Karyawan yang reaktif menjalani isolasi mandiri dengan diawasi satgas kecamatan dan desa

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia