Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

KSPPS TAM Syariah Bagikan Ribuan Paket Sembako

Berpartisipasi di Santunan Anak Yatim LazisNU

14 September 2020, 09: 46: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

TAM

PEDULI: Bupati Novi Rahman Hidhayat (tengah) bersama Ketua Yayasan Mar’atin KSPPS Tam Syariah Suud Fuadi (kiri) bersama perwakilan anak yatim penerima santunan dan paket sembako kemarin. (Syahrul Andry Wahyudi - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Tunas Artha Mandiri (KSPPS TAM) Syariah ikut berpartisipasi di acara Berbagi Ceria 1.000 Anak Yatim LazisNU Nganjuk, kemarin. Lembaga keuangan milik H. Imam Mukhayat Syah ini memberikan seribu paket sembako untuk anak yatim di Kota Angin.

Acara santunan berlangsung di Pendapa Pemkab Nganjuk. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Novi Rahman Hidhayat, Sekda Mokhamad Yasin, Rais Syuriah PCNU Nganjuk KH. Ali Mustofa Said, Direktur LazisNU Nganjuk H. Subhan Aburizal. Ada pula H. Suud Fuadi, direktur Yayasan Mar'atin, yayasan milik KSPPS TAM Syariah yang bertanggung jawab atas pengelolaan zakat perusahaan.

Dalam sambutannya Suud mengatakan pemberian santunan dan paket paket sembako tidak hanya di Nganjuk saja. Melainkan juga di seluruh wilayah kerja KSPPS TAM Syariah. Meliputi seluruh wilayah Jawa. “Khusus di Nganjuk kami bagi sebanyak seribu paket. Isinya tujuh jenis bahan pokok senilai masing-masing Rp 125 ribu,”” ujarnya.

TAM

KONSISTEN: Suud Fuadi memberikan sambutan dalam acara Berbagi Ceria 1.000 Anak Yatim yang digelar LazizNU di pendapa Pemkab Nganjuk. (Syahrul Andry Wahyudi - radarkediri.id)

Suud berharap, partisipasi KSPPS TAM Syariah pada acara tersebut memberi manfaat. Terutama, bagi anak yatim penerima bingkisan dan santunan. “”Juga menjadi dukungan dan partisipasi kepada LazisNU Nganjuk,” sambungnya.

Untuk diketahui, acara santunan seribu anak yatim bersama LazisNU Nganjuk berjalan khidmat. Mengikuti protokol kesehatan, peserta pada acara tersebut berjumlah terbatas. Di pendapa hanya 200 peserta. Sedangkan 800 sisanya berlangsung di masing-masing kecamatan dengan menyaksikan seremonial di pendapa secara virtual.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia