Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Puluhan Hektare Padi Diserang Tikus

Racun dan Sekat Plastik Tak Mempan

12 September 2020, 12: 19: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

Padi

RUSAK: Mariono, 61, petani di Desa Kedungrejo, Tanjunganom menunjukkan tanaman padinya yang rusak setelah terserang hama tikus. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

TANJUNGANOM, JP Radar Nganjuk-Petani padi di Desa Sambikerep dan Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom harus bekerja lebih keras. Di musim tanam yang ketiga tahun ini, tanaman mereka diserang hama tikus dan sundep. Total ada puluhan hektare lahan yang terkena hama.

Mariono, 61, petani di Desa Kedungrejo, Tanjunganom mengungkapkan, serangan hama tikus pada tanaman padi terjadi selama satu bulan terakhir. “Kami harus memasang plastik keliling untuk mencegah tikus masuk,” ujar pria tua itu.

Meski sudah memasang plastik di sekeliling tanaman padinya, ternyata hewan pengerat itu tetap saja bisa masuk ke lahannya. Menghadapi hal tersebut, Mariono juga pernah memberi umpan yang yang diberi racun. Tetapi, umpan berupa padi, jagung dan umpan lain itu tak dimakan.

Setelah beberapa cara tak membuahkan hasil maksimal, Mariono dan petani lain memilih untuk memburunya dengan senapan. Menurutnya hasil berburu pada malam hari itu lumayan. Mereka bisa menembak tiga hingga lima ekor tikus. “Kami berangkat pukul 19.00 sampai pukul 21.00,” lanjutnya.

Dikatakan Mariono, serangan tikus membuat pertumbuhan padi tidak maksimal. Padahal, dengan usia padi yang hampir satu bulan, mereka tidak bisa lagi melakukan tambal sulam. Akhirnya petani hanya bisa membiarkan tanamannya mengering.

Yang membuat petani di dua desa itu risau, populasi tikus semakin banyak saat tanaman padi mereka tergenang air. “Plastik sudah tidak mempan. Tetap menerobos masuk,” keluhnya.

Sementara itu, selain serangan tikus menurut Mariono petani juga harus menghadapi hama sundep. Jika tikus merusak batang padi, sundep membuat padi mengering dan mati setelah terserang batangnya.

Terkait dengan maraknya serangan hama tikus di wilayah Tanjunganom, Kepala Dinas Pertanian Judi Ernanto menyebut pihaknya akan melakukan gerekan untuk pengendalian bersama petugas penyuluh lapangan dan kelompok tani. Pengendalian hama secara serentak ini menurutnya akan efektif. “Segera kami lakukan pemantauan ke lokasi,” terangnya.

Untuk diketahui, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang, para petani tidak terdampak karena harga panenan relatif bagus. Satu-satunya tantangan mereka adalah serangan hama yang membuat produktivitas panenan tidak bisa maksimal.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia