Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kasus Landai, Tracing Jalan Terus

Kabupaten Masih Bertambah, Tiga Orang Positif

12 September 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BERJARAK: Jamaah menggelar salat Jumat dengan penerapan protokol kesehatan di Masjid Agung Kediri. Di Kota Kediri tak ada penambahan kasus korona kemarin.

BERJARAK: Jamaah menggelar salat Jumat dengan penerapan protokol kesehatan di Masjid Agung Kediri. Di Kota Kediri tak ada penambahan kasus korona kemarin. (DIDIN SAPUTRO/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Kondisi berbeda terjadi dalam perkembangan kasus korona di wilayah Kediri Raya. Kota Kediri tak mencatat penambahan kasus aktif kemarin. Berbeda dengan wilayah kabupaten yang bertambah tiga orang.

Meskipun tidak ada penambahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri tak mau lengah. Mereka terus intensif melakukan tracing pada kontak erat pasien positif yang masih ditangani. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi dan pemetaan terkini dari angka kasus korona di Kota Tahu.

“Kami terus melakukan tracing untuk saat ini,” aku Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Berdasarkan data Kamis (10/9) lalu, angka kasus terkonfirmasi berada di angka 163 kasus. Dengan tingkat kesembuhan mencapai 127 kasus. “Sementara untuk jumlah kasus yang meninggal ada tujuh,” tambah Fauzan.

Seperti pada penambahan yang terjadi Kamis lalu. Ada tiga orang yang terpapar korona merupakan satu keluarga. Dalam keterangan yang disampaikan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di akun Instagram pribadi miliknya, ketiganya tertular dari anggota keluarga yang lain.

“Ketiganya satu keluarga dari pasien ke-147,” tutur Mas Abu dalam IG story miliknya.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan orang nomor satu di Kota Tahu tersebut, ketiganya tidak dirawat di rumah sakit. Namun, mereka menjalani proses isolasi mandiri (isoman).

Sementara itu, di Kabupaten Kediri, angka kasus penambahan positif karena Covid 19 masih tinggi. Penambahan tiga orang kemarin membuat jumlah pasien positif menjadi 360 orang.

“Kami tidak statemen banyak karena memang seperti itu adanya. Karena sumber penularan bisa dari mana-nama,” terang Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri dr Ahmad Chotib.

Khotib meminta agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Tanpa adanya kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan, jumlah kasus positif akan semakin bertambah. Sementara itu terkait siapa yang dapat terkena virus covid ini, ia mengatakan semua berpotensi terkena.

“Terkait Covid tidak memandang usia ataupun jenis kelamin. Semua punya  potensi tertular jika tidak hati-hati menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Hanya saja bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan, memiliki risiko paling besar terkena Covid-19. Karena virus ini tidak memandang usia. Sehingga anak-anak dapat terkena juga. Chotib mengatakan bahwa ketika awal korona kasus anak yang terkena memang ada.

“Anak-anak yang terkena ada yang (usia) dua bulan, sembilan bulan, empat tahun, tuju tahun, hingga dibawah lima belas tahun juga banyak,” urai Chotib.

Fakta itu yang membuat Chotib meminta masyarakat harus mematuhi protokol kesahatan. Mereka disarankan agar jangan keluar rumah bila tak mendesak. Terutama menghindari bepergian ke luar kota bila tak benar-benar sangat penting. Atau juga menerima tamu dari luar kota.

Sementara itu, meskipun angka positif masih mengalami penambahan, angka sembuh juga meningkat. Meskipun tidak banyak. Kemarin satu orang pasien dinyatakan sembuh. Menjadikan jumlah pasien yang survive dari korona sebanyak 543 orang. Sedangkan untuk pasien yang menjalani perawatan masih 59 orang. (tar/ara/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia