Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Kolom
icon featured
Kolom
DIALOG JUMAT

Salat Pakai Kursi karena Kaki Sakit

11 September 2020, 17: 18: 13 WIB | editor : Adi Nugroho

Salat Pakai Kursi karena Kaki Sakit

Share this          

Bagaimana bila salat dengan kaki kiri sakit, apakah bisa dengan duduk pakai kursi plastik? Usia saya 66 tahun.

(AA, 082330354xxx)

Jawaban:

Bapak yang berinisial AA salam hormat dari saya selaku salah satu pengasuh rubrik Dialog Jumat. Mudah-mudahan wadah ini menjadi sarana silaturrahmi dan ngangsu kaweruh kita bersama.

Berkaitan dengan pertanyaan di atas perlu dijelaskan hal-hal sebagai berikut. Pertama, secara prinsip, hukum Islam memberikan panduan yang lengkap mengenai tata cara melakukan ibadah seperti salat, puasa, haji, dan lain-lain. Sehingga ulama menemukan karakter berlakunya hukum itu dengan kaidah hukum yang luwes.

Kaidah itu berbunyi,”Jika keadaan hukum berada pada kondisi normal maka hukum diberlakukan dengan normal pula. Sebaliknya jika keadaan hukum berada kondisi tidak normal maka hukum diberlakukan dengan menyesuaikan keadaan yang tidak normal itu”. Sehingga dengan demikian hukum memiliki prinsip untuk meniadakan segala kesulitan. Meski hukum tersebut tidak dengan sendirinya hilang. Yang menjadi titik tekan adalah bagaimana melaksanakan hukum sesuai dengan tingkat kesulitan yang dialami subjek hokum. Yakni orang Islam yang berakal dan telah mencapai usia baligh.

Kedua, berdasarkan prinsip meniadakan kesulitan tersebut, Rasulullah SAW memberikan tata cara salat sesuai dengan kemampuan orang untuk melakukannya. Secara normal, salat harus dilakukan dengan berdiri, jika tidak mampu dengan duduk, dan jika tidak mampu dengan posisi tidur. Tata cara ini diberlakukan guna memenuhi kemampuan dan kekuatan orang yang melakukannya.

Ketiga, memperhatikan keadaan Bapak yang berinisial AA, tentu keadaan sakit di kaki kiri menjadi bahagian dari illah (pertimbangan) untuk melakukan salat dalam keadaan tidak normal. Dengan demikian, salat dilakukan dengan menggunakan bantuan kursi. Salat dengan bantuan kursi dinyatakan sebagai salat yang diperbolehkan dengan syarat jika keadaan menjadi normal kembali maka salat harus dilakukan dengan keadaan berdiri.

Keempat, mengingat usia Bapak AA yang sudah sepuh alangkah baiknya jika salat dilakukan dengan selalu menyesuaikan keadaan yang dialami tanpa mengurangi sikap khusyu dan tawadu meski dengan berbagai kondisi. Selebihnya, saya mendoakan agar Panjenengan selalu diberi kekuatan untuk melakukan ibadah sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Yang Maha Kuasa. Wallahu a’lam bi al-shawab.(Dr Zayad Abd. Rahman MHI, dosen Pascasarjana IAIN Kediri)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia