Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Tujuh Penambahan di Kabupaten Kediri, Dua Orang Sembuh

Total, Tujuh Pasien di Kota Meninggal

11 September 2020, 17: 16: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

LAWAN KORONA: Petugas memasangkan masker kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Veteran, Kota Kediri kemarin.

LAWAN KORONA: Petugas memasangkan masker kepada pengguna jalan yang melintas di Jalan Veteran, Kota Kediri kemarin. (FAJAR RAHMAD/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri- Meninggalnya dr Machmud Rabu (9/9) menjadikan jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Kota Kediri menjadi tujuh orang. Jumlah ini masih dimungkinkan bertambah. Terutama bila masyarakat masih meremehkan potensi kematian yang diakibatkan virus ini.

“Kejadian ini menunjukkan bahwa Covid-19 memang ada. Kita pun jangan sampai meremehkannya,” ingat Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dr Fauzan Adima.

Sebelumnya, dr Machmud berpulang ke pangkuan Sang Maha Kuasa setelah terpapar korona sejak Kamis (20/8). Merupakan pasien ke-131 Kota Kediri.

Awalnya dr Machmud dirawat di RS Gambiran. Tiga hari setelah dinyatakan positif itu dia kemudian dilarikan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Sang dokter disebut memiliki riwayat penyakit jantung. Jantungnya telah dipasang ring sebanyak lima buah.

Dokter Machmud juga menjadi tenaga medis yang pertama di Kota Kediri yang meninggal karena korona. Meskipun, sang dokter bukan tenaga medis yang langsung menangani pasien korona. Dia diperkirakan terpapar virus ini saat wira-wiri Kediri-Jogjakarta. Mengantarkan anak pertamanya yang akan melanjutkan studi kedokteran di kota pendidikan tersebut.

Selain kabar kematian satu-satunya dokter spesialis bedah saraf di Kota Kediri itu, kemarin juga dilaporkan terdapat penambahan kasus aktif. Tiga orang disebutkan positif terpapar korona. Menjadikan jumlah kasus korona hingga kemarin mencapai 163 kasus.

Tambahan tiga positif itu disebutkan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam akun Instagram pribadinya. Ketiganya diidentifikasi sebagai pria berusia 32 tahun dan dua orang perempuan, berumur 56 dan 21 tahun.

“Ketiganya satu keluarga dari pasien ke-147,” tutur Abu.

Ketiga orang itu tak mendapat perawatan medis. Namun menjalani isolasi mandiri di rumah.

Di sisi lain, upaya melawan penularan virus korona juga dilakukan oleh Polres Kediri Kota. Mereka menggelar kampanye penggunaan masker di Jalan Jaksa Agung Suprapto, di depan Bundaran Sekartaji kemarin pagi. Kampanye langsung dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana.

Polisi menghentikan pengguna jalan yang tidak memakai masker. Namun mereka tak disanksi. Justru diberi masker yang langsung dipasangkan di wajah. Tak hanya itu polisi juga memberi masker kepada mereka yang telah menggunakannya. Diminta menjadi cadangan bila yang satu sudah kotor.

“ Hari ini serentak di seluruh Indonesia polri melakukan kampanye bermasker. Untuk Kota Kediri dibagikan 85.000 masker yang dibagi 25 titik tempat keramaian,” ujar Miko setelah kegiatan.

Lokasi lain yang jadi sasaran kampanye adalah terminal, pasar, serta di beberapa jalan sentra ekonomi. Seperti Jalan Dhoho dan Jalan Pattimura. Juga di taman wisata Hutan Plapar di lereng Gunung Wilis.

Selain itu kampanye bermasker juga dilakukan oleh Sub Den 1 Detasemen C Brimob Jawa Timur di Kediri. Aksi mereka lebih unik. Karena ada yang berkampanye dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) di sepanjang Jalan Veteran. Bila menemukan pengguna jalan yang tak bermasker mereka menghentikan dan langsung memakaikan.

Sementara itu jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kediri kembali mengalami penambahan. Tujuh orang dilaporkan berstatus positif korona kemarin. Dengan adanya penambahan ini, saat ini total pasien positif korona menjadi 637 orang. Di antara jumlah itu, 57 di antaranya masih dirawat di rumah sakit.

Selain masih adanya penambahan kasus, jumlah yang sembuh juga bertambah. Kemarin angka kesembuhan bertambah dua lagi. Totalnya menjadi 524 orang yang jadi penyintas virus ini. Sementara itu jumlah kasus meninggal masih tetep 38 orang.

Plt Kepala BPD Slamet Turmudi, yang juga sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Kediri berharap warga tetap waspada. “Dalam memutus mata rantai ini saya berharap masyarakat dan berbagai pihak dapat diajak untuk kerja sama,” terang Slamet. (tar/jar/ara/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia