Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Show Case
icon featured
Show Case

Peserta JKN-KIS Tidak Perlu Lagi Daftarkan Bayi dalam Kandungan

Sejak Tahun 2018

10 September 2020, 19: 24: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

Peserta JKN-KIS Tidak Perlu Lagi Daftarkan Bayi dalam Kandungan

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri - Pada tahun 2017 Anang Setyawan, 37, mendampingi istrinya bersalin di Rumah Sakit Islam Lirboyo Kediri. Berbekal KIS yang dibawanya, ia hanya membayar Rp 500 ribu untuk biaya naik kelas perawatan. Akan tetapi, pada waktu yang sama Anang dibebani biaya Rp 5 juta untuk perawatan putrinya yang baru lahir dan membutuhkan layanan kesehatan segera. 

Hal tersebut terjadi karena Anang tidak mendaftarkan calon bayinya sejak masih berada di dalam kandungan.

Mulanya, peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) JKN-KIS memang diwajibkanm mendaftarkan bayi dalam kandungan agar layanan kesehatan bagi bayi baru lahir dapat dijamin (apabila diperlukan). Ketentuan ini kemudian dirubah lewat Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan sehingga orangtua tidak perlu lagi mendaftarkan calon bayi. 

Selama ibunya terdaftar, orangtua wajib mendaftarkan bayi yang sudah dilahirkan selambat-lambatnya 28 hari sejak kelahiran.

“Saat itu tidak tahu bahwa calon bayi seharusnya didaftarkan. Biayanya sekitar lima juta karena diinkubasi beberapa hari. Nggak masalah sih, yang penting bunya sudah ditanggung,” ujar pria yang bekerja sebagai kontraktor listrik ini.

Melengkapi kisahnya, saat itu Anang memutuskan untuk naik kelas rawat agar istrinya merasa lebih nyaman dalam proses persalinan. Mengingat layanan itu diterima pada tahun 2017, Anang masih bisa naik kelas dua tingkat dari kelas tiga ke kelas satu. Kebijakan naik kelas ini kemudian berubah pada tahun berikutnya lewat Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2018.

Untuk itu, sejak Januari 2018 peserta JKN-KIS hanya bisa naik kelas satu tingkat dari hak rawatnya.

Mengetahui hal tersebut, Anang menilai bahwa kebijakan baru itu tidak mempengaruhi penilaiannya terhadap Program JKN-KIS. Anang optimis JKN-KIS tetap membawa banyak manfaat bagi masyarakat.

“Meskipun sekarang sudah tidak bisa naik dua tingkat, Program ini masih sangat bermanfaat. Toh, ruang rawat inap di rumah sakit juga semakin baik. Beberapa rumah sakit bahkan kelas tiganya sudah dilengkapi AC. Mungkin ke depannya yang penting adalah standarisasi kelas rawat supaya dirawat di manapun fasilitasnya sama,” tutup Anang

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia