Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Events
icon featured
Events
Sepeda17an Virtual

Tempuh 33 Km dengan Sepeda Telentang

Banyak Peserta Pilih Rute Destinasi Wisata

22 Agustus 2020, 15: 23: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

BERBEDA: Ida Sulistyaningsih berpose di depan tulisan Waduk Karangrejo saat mengikuti ‘Sepeda17an Virtual’.

BERBEDA: Ida Sulistyaningsih berpose di depan tulisan Waduk Karangrejo saat mengikuti ‘Sepeda17an Virtual’. (DOK. PRIBADI)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Usia boleh menua. Semangat mengikuti event bersepeda seperti ‘Sepeda17an Virtual’ pun tetap tinggi. Seperti yang tergambar pada sosok Ida Sulistyaningsih ini. Peserta event baru yang digelar Jawa Pos Radar Kediri ini tetap bergairah meskipun di usia yang tak bisa dibilang muda, 51 tahun.

“Saya ingin dengan usia yang sudah tua ini tetap dapat berolahraga bersepeda dengan aman dan nyaman. Makanya dibuatkan oleh suami sepeda recumbent,” kata wanita yang beralamat di Jalan Panglima Sudirman Tulungagung ini.

Ya, Ida memang tak menggunakan sepeda biasa dalam event yang berlangsung mulai 16 Agustus ini. Jika kebanyakan peserta mengendarai sepeda gunung atau sepeda lipat, Ida memilih sepeda telentang, istilah lain sepeda recumbent.

Ida mengaku, dengan usia yang sudah kepala lima dia ingin tetap aktif berolahraga. Termasuk mengikuti event ‘Sepeda17an Virtual’ kali ini. Dia juga mengajak sang suami, Yudha Baskara.

Berangkat pukul 05.58 WIB, total jarak yang dia tempuh untuk sepedaan sekitar 33,2 kilometer. Berangkat dari rumah menuju GOR Lembu Peteng. Kemudian mengarah ke Puskesmas Kauman, berlanjut ke perempatan Cuiri menuju barat ke arah Srabah Resort langsung ke Waduk Wonorejo Kecamatan Pagerwojo.

“Untuk pulang lewat timur Kedungcangkring, Tiudan, Jarakan, dan Puskesmas Kauman,” jlentrehnya.

Persiapan yang dilakukan untuk acara bersepeda ini juga sederhana. Ida mengatakan dari rumah meminum Joss C1000 terlebih dahulu. Kemudian ketika sampai di Waduk Wonorejo ia dan suaminya makan pagi nasi pecel dan kopi. Dalam kesempatan itu, ia tidak lupa untuk mengabadikan moment di sana.

“Saya dan suami memang biasa gowes, namun baru pertama kali ikut event. Acara ini juga dapat mengenalkan sepeda recumbent,” ungkap Ida.

Sementara itu dari Kediri ada Umi Chasanah, warga Dusun Kapurejo, Desa/Kecamatan Pagu. “Saya sepedaan bersama dengan anak saya Alia dan teman saya Ida,” terang perempuan yang kerap dipanggil Umi.

Berangkat sekitar pukul 07.00 WIB, bertolak dari  rumah menuju arah Menang, Gumul, ke utara  menuju arah Sumbergundi, patung Semar Menang, dan kembali ke rumah.

Umi mengaku untuk rute sepedaan ini lebih ke tempat wisata. Karena dekat dengan rumah juga sekalian mengenalkan tempat wisata kepada anak. “Baru pertama kali ikut sepeda virtual, pendapat saya bagus,” imbuhnya.

Dengan kondisi adanya wabah korona, sepedaan virtual ini tidak harus mengumpulkan banyak orang. Event ini secara tidak langsung mengajak warga Kediri maupun di luar Kediri untuk berolahraga, menjaga imunitas tubuh. Dengan rutin bersepeda, selain sehat menurutnya juga bisa menjaga bumi. Karena mengurangi polusi udara.

Sementara itu, ‘Sepeda17an Virtual’ akan berakhir pada Minggu (23/8). Untuk lomba ini akan dipilih 3 foto terbaik dan 3 foto terfavorit yang dihitung pada foto yang sudah di-repost di akun @radarkedirievent.  Periode lomba foto pada 16 - 23 Agustus 2020. Syarat foto adalah selain menggunakan jersey atau bendera sepedaan, juga harus menunjukan produk Joss C1000.

Like foto terbanyak maksimal dihitung hari Senin (24/8) sekitar pukul 10.00. Hadiahnya berupa saldo Gopay dengan total Rp 1 Juta.

Kegiatan bersepeda  ini didukung oleh PT Gudang Garam Tbk, Joss C1000, Polygon, PG Pesantren Baru, PG Ngadiredjo, dan Bank Mandiri. (ara/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia