Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pemprov Jatim Rencanakan Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Kota Menunggu, Kabupaten Menolak

14 Agustus 2020, 17: 14: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

BASAH : Tim gabungan dari PMK, BPBD, dan DLHKP Kota Kediri melakukan penyemprotan disinfektan di jalan protokol kemarin sore.

BASAH : Tim gabungan dari PMK, BPBD, dan DLHKP Kota Kediri melakukan penyemprotan disinfektan di jalan protokol kemarin sore. (IQBAL SYAHRONI/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Rencana Pemprov Jatim menggelar uji coba sekolah tatap muka tak berjalan mulus. Kabupaten Kediri menyatakan menolak rencana itu. Sedangkan Kota Kediri masih belum memberikan kepastian apakah setuju atau menerima.

Sebelumnya, rencana sekolah tatap muka itu diutarakan Pemprov Jatim. Pemprov membuka peluang bagi daerah yang berzona oranye, kuning, dan hijau untuk menggelar uji coba pembelajaran tatap muka. Rencananya uji coba itu akan berlangsung mulai 18 Agustus nanti.

“Benar untuk uji coba (kelompok) SMA, SMK, dan SLB,” jelas Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi kemarin.

Dia menjelaskan bahwa uji coba tidak dilakukan oleh seluruh SMA, SMK, dan SLB. Hanya dilakukan di satu sekolah setiap satu kelompok. Sekolah-sekolah itu yang akan dijadikan percontohan.

Menurut Chairul, sekolah yang direncanakan sebagai percontohan itu adalah SMAN 2, SMK PGRI 2, dan SLB Putera Asih. Namun hal ini juga masih dalam tahap perencanaan. Masih terus dilakukan penilaian terkait rencana tersebut dengan pertimbangan-pertimbangan yang ada. Termasuk persetujuan dari daerah, dalam hal ini adalah Pemkot Kediri.

Bagaimana dengan sikap pemkot? Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima mengaku hingga kemarin dia belum menerima arahan serta pembahasan resmi dari pemkot. Meskipun dia mengaku memang ada informasi tentang  rencana pemprov akan menggelar uji coba sekolah tatap muka tersebut. “Secara resmi belum dapat info,” akunya.

Justru yang sudah mereka lakukan adalah memantau tempat les dan lembaga bimbingan belajar (LBB). Berdasarkan beberapa laporan, ada LBB yang juga sudah menggelar pertemuan tatap muka.

Kadinkes ini mengatakan, GTPP terus terus memberikan imbauan agar sementara tidak melakukan tatap muka di dalam gedung terlebih dahulu. Terlepas ada surat rekomendasi dari orang tua untuk ikut les atau tidak. Gugus tugas menilai kondisinya masih belum benar-benar kondusif.

Seperti kemarin masih ada tambahan kasus di Kota Kediri. Tiga orang terkonfirmasi positif Covid-19. Informasi itu disampaikan oleh Wali Kota Abdullah Abu Bakar melalui medsos pribadi.

Abu mengatakan, kasus ke-120 berasal dari klaster Surabaya. Warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto. “Merupakan tenaga medis BKKBN Jawa Timur, sekarang dirawat di Rumah Sakit Gambiran,” terangnya.

Untuk kasus selanjutnya, adalah lelaki 40 tahun yang berasal dari Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren merupakan penyebaran transmisi lokal. Sedangkan kasus penambahan yang terakhir, ke-122, merupakan perempuan staff KPP Pare. “Alamat kosan di Pocanan, Kota Kediri, merupakan ibu hamil dan saat ini dirawat di RS Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara, alasan Kabupaten Kediri menolak  rencana pemprov tersebut terkait kewaspadaan terhadap penyebaran virus.  “Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, kegiatan yang dimaksud (sekolah tatap muka, Red) belum diizinkan oleh GTPP Kabupaten Kediri,” terang Sekretaris GTPP Slamet Turmudi.

Pertimbangan yang dimaksud itu adalah karena setiap hari di Kabupaten Kediri masih ada penambahan pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Apalagi hingga saat ini status zona oranye di Kabupaten Kediri juga membuat daerah ini belum sepenuhnya aman dari penularan virus.

Selain itu, menurutnya, adanya klaster baru yang muncul di sekolah juga menjadi alasanya. “Di beberapa daerah muncul klaster sekolahan. Sehingga GTPP mengundang kepala cabdispendik untuk disampaikan pertimbangan-pertimbangan itu,” ungkapnya.

Kemarin Kabupaten Kediri juga masih terjadi penambahan  kasus. Yang terbaru ada tiga orang terkonfirmasi positif. Satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Selain itu juga ada 24 orang yang dinyatakan sembuh.

Terkait belum diizinkanya uji coba tatap muka di SMA dan SMK, Kasi Pendidikan SMK Cabdispendik Kabupaten Kediri Sidik Purnomo membenarkannya. “Benar untuk kabupaten ditunda sampai ada perbaikan zona oranye,” ujar Sidik.

Cabdispendik juga telah menetapkan satuan pendidikan yang akan menjadi percontohan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di Kabupaten Kediri. Yakni SMAN 2 Pare, SMKN 1 Plosoklaten, dan SLB Negeri Kandat. (din/syi/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia