Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ribuan THL Berpeluang Terima Subsidi Gaji

14 Agustus 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Hon

Subsidi Gaji untuk Tenaga Honorer (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Subsidi gaji bagi pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja perusahaan. Ribuan tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Nganjuk juga berpeluang untuk mendaptkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Syaratnya, mereka bisa lolos verifikasi.

Peluang itu diungkapkan oleh Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Jatim Dodo Suharto. Pria yang kemarin datang ke Pemkab Nganjuk itu menyebut para THL atau tenaga honorer memiliki kesempatan menerima subsidi gaji. Pasalnya, program itu juga berlaku untuk pegawai non ASN. “Semua bisa dapat, termasuk orang asing yang terdaftar BPJS juga bisa dapat” ungkap Dodo.

Terkait syarat untuk mendapat bantuan subsidi gaji ini sama dengan pekerja di perusahaan dan pabrik. Yakni, pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta atau pembayaran iuran Rp 150 perbulan.

Dengan kriteria tersebut, menurut Dodo di Jatim ada sekitar 21 juta orang yang berpeluang mendapat bantuan subsidi gaji. Hingga kemarin, baru 2,89 juta pekerja yang sudah terdaftar. “Baru 13 persennya, “ lanjut Dodo sembari menyebut banyak warga Nganjuk yang terdaftar sebagai peserta BPJamsostek di kota lain.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disnakerkop UM) Agus Frihannedy menambahkan, jumlah tenaga honorer di Pemkab Nganjuk ada sekitar tujuh ribu orang. Mereka tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Meski demikian, paling banyak berasal dari sektor pendidikan. Baik guru tidak tetap (GTT) maupun pegawai tidak tetap (PTT).

Dari ribuan honorer tersebut, Agus berujar sebanyak 90 persen atau mayoritas dari mereka sudah menjadi peserta BPJamsostek. Rata-rata iuran per bulan mereka juga di bawah Rp 150 ribu per bulan. Sebab, gajinya di bawah Rp 5 juta.

Sejak beberapa hari lalu menurut Agus pihaknya sudah menyampaikan ke OPD agar semua pekerja non-aparatur sipil negara (ASN) mengumpulkan data. Termasuk data rekening bank masing-masing.

Agus menargetkan pengiriman rekening bisa selesai minggu depan. Jika para pegawai dinyatakan memenuhi persyaratan, mereka akan menerima subsidi gaji  maksimal satu Minggu kedepan. Sebab, pemberian subsidi gaji perbulan Rp 600 per bulan selama empat bulan. “Dicairkan tiap dua bulan sekali mulai September nanti. Per orang akan terima Rp 1,2 juta,” terang Agus.

Agus menyebut bantuan itu sangat bermanfaat untuk para tenaga honorer dalam kondisi pandemi seperti sekarang. Karenanya, Agus berharap OPD bisa aktif mengurus kelengkapan persyaratan. Ketentuan tersebut menurut sama dengan mekanisme yang harus ditempuh oleh perusahaan swasta di Nganjuk.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia