Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Klarifikasi Temuan Sampah Medis

14 Agustus 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Limbah

JANGAN DICAMPUR: Dinas LH memasang banner imbauan pemisahan sampah masker sekali pakai dan sampah rumah tangga di tempat pembuangan sampah (TPS) Jl HOS Cokroaminoto, Kelurahan Kauman, Nganjuk. Pemisahan dilakukan agar pemusnahan sampah masker sekali pakai (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinas kesehatan (dinkes) akan menindaklanjuti temuan sampah medis di TPA Kedungdowo. Dalam waktu dekat mereka akan melakukan klarifikasi ke sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dr Achmad Noeroel Cholis mengungkapkan, klarifikasi dilakukan untuk mengetahui asal limbah. Pasalnya, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang banyak masyarakat yang memakai perlengkapan seperti sarung tangan karet, masker, hingga baju hazmat. “Kami akan lakukan kroscek agar masalahnya bisa selesai,” ujar Cholis.

Jika sampah medis yang berada di TPA Kedungdowo itu memang berasal dari rumah sakit, menurut Cholis pihaknya akan melakukan klarifikasi sebelum ditetapkan sanksi. Pria yang juga plt direktur RSUD Kertosono ini menyebut jika proses klarifikasi akan memakan waktu lama.

Pasalnya, semua staf dari tiap rumah sakit akan dimintai keterangan secara internal. “Saat ini saya masih menunggu keterangannya karena kami juga baru dapat surat dari DLH terkait masalah ini,” lanjut Cholis ditemui di Pendapa Pemkab Nganjuk kemarin.

Wakil Bupati Marhaen Djumadi yang mendengar pernyataan Cholis mengatakan, dirinya meminta dinas LH agar mengambil semua limbah medis yang ada di TPA Kedungdowo. Limbah tersebut menurut Marhaen harus dikembalikan ke asalnya. “Limbah medis dari puskesmas, PMI atau rumah sakit pengolahannya harus sendiri. Selama ini kita pakai pihak ke tiga untuk pengolahannya,” tuturnya.

Marhaen juga meminta dinas kesehatan memantau proses pembuangan limbah medis. Dia berharap kejadian ini bisa diantisipasi agar tidak membawa dampak pada lingkungan.

Terpisah, Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Wisnu Anang Prabowo menegaskan, pihaknya sudah memperketat pembuangan sampah di tiap-tiap Rumah Sakit. Sebelum diangkut dengan truk sampah, petugas akan melakukan pengecekan sampel dua atau tiga kantong plastik.

Tidak hanya mengantisipasi pembuangan limbah medis, dinas LH saat ini juga sedang mencegah penumpukkan limbah masker sekali pakai. “Untuk masker sekali pakai kami pisahkan dengan limbah rumah tangga.Semua TPS sudah diberi pengumuman utnuk memisahkan limbah masker sekali pakai,” tegasnya.

Limbah masker sekali pakai dari rumah tangga menurut Anang nantinnya akan dimusnahkan. Sejauh ini, pembelian untuk masker sekali pakai sudah mulai berkurang. Ia juga mengimbau agar masyarakat menggunakan masker kain yang bisa dicuci dan bisa dipakai berulang kali. “Untuk mengurangi limbah,” imbuhnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia