Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Catut Nama Kodim Nganjuk, Bawa Kabur Motor Orang

14 Agustus 2020, 10: 15: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

Kabur

Penipuan (Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Pencatutan nama institusi militer untuk penipuan masih saja terjadi. Senin (10/8) lalu Indro Jumain, 54, warga Desa Jogorogo, Ngawi melapor ke Polres Nganjuk. Dia melaporkan pria yang mengaku bernama Nazarudin yang telah membawa kabur motornya. Untuk melancarkan aksinya, Nazarudin mengaku sebagai anggota TNI AD dan berdinas di Kodim 0810 Nganjuk.

Penipuan terjadi di taman kota Caruban, Madiun. Peristiwa berawal saat Sabtu (8/8) lalu Indro yang berjualan bendera merah putih untuk perayaan HUT RI didatangi oleh pelaku. “Pelaku hendak membeli bendera sepanjang delapan meter seharga Rp 220 ribu,” ujar Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan.

Dalam aksinya, Nazarudin terus berusaha mengelabuhi korbannya. Dalam pembicaraan dia mengaku sebagai anggota TNI AD. Berdinas di Kodim 0810 Nganjuk. Untuk membuat Indro semakin yakin, pelaku menyebut komandannya akan memborong dagangannya.

Agar Indro semakin tertarik, Nasazurin memesan tiga lembar bendera panjang seharga masing-masing Rp 220 ribu tersebut. Ditambah lagi umbul-umbul sepanjang empat meter sebanyak 15 meter.

Hanya saja, pembayarannya tidak langsung dilakukan di tempat. Pelaku berdalih bendera akan dibayar di kantor tempatnya berdinas. Yakni di kantor Kodim 0810/Nganjuk. “Pelaku akhirnya minta untuk diantarkan ke Nganjuk,” timpal Nikolas sembari menyebut korban mengendarai motor Honda Vario bernopol AE 2370 LT untuk mengantar pelaku ke Nganjuk.

Sembari membawa bendera pesanan tersebut, Indro mengantarkan Nazarudin ke Kantor Kodim 0810/Nganjuk dengan mengendarai sepeda motor. Namun, sebelum tiba, pelaku meminta korban untuk berhenti. Yakni tepat berada di utara bundaran Adipura, Jl Gatot Subroto, Kota Nganjuk.

Pelaku menyuruh Indro untuk menata terlebih dahulu bendera dagangannya sebelum dibawa ke kantor. Korban pun menurutinya dan mulai turun dari motor lalu menata bendera tersebut.

“Setelah korban turun dari motor, pelaku langsung menaiki sepeda motor korban dan kemudian melarikannya ke arah timur,” tandas pria kelahiran Jogjakarta tersebut.

Kebingungan, Indro akhirnya memilih berjalan kaki menuju Kodim 0810/Nganjuk untuk menanyakaan keadaan tersebut. Korban mengaku telah bertanya kepada petugas di piket jaga apakah kenal dengan Nazarudin. Namun, hal tersebut dibantah oleh petugas di sana.

Mereka mengaku tidak mengenal ada anggota bernama Nazarudin. Nikolas pun mengatakan, modus penipuan dengan mencatut status aparat memang sering dipakai oleh para pelaku kriminal. “Penipuan itu. Hanya rangkaian kata bohong,” tandasnya sembari menyebut kerugian akibat penipuan itu ditaksir Rp 12 juta.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia