Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Masuk Plastik Hitam, Dinas LH Mengaku Kecolongan

Evaluasi Pengambilan Limbah Puskesmas dan RS

14 Agustus 2020, 09: 53: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

Sampah

OLAH SAMPAH: Petugas dinas LH mengeruk sampah di TPA Kedungdowo menggunakan backhoe. Selama pandemi Covid-19, ditemukan limbah medis yang masuk ke sana. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kasus pembuangan limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kedungdowo, Kota Nganjuk diakui dinas lingkungan hidup (LH) jika mereka kecolongan. Alasannya, sampah dari rumah sakit tersebut dibuang dengan kantong plastik warna hitam. DLH mengklaim kejadian tersebut baru pertama kali dan menyalahi memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman.

Kepala Dinas LH Tri Wahju Koenjtoro melalui Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Wisnu Anang Prabowo mengatakan, dirinya sudah melakukan pengecekan di lapangan. “Setelah memastikan ke lokasi, hari ini (Kamis 13/8, Red) kami beri surat teguran kepada rumah sakit dan puskesmas,” ujarnya.

Wisnu mengungkapkan, selama ini sudah ada MoU tentang pemilihan sampah domestik dan sampah medis dengan rumah sakit dan puskesmas di Nganjuk. Sesuai MoU, sampah medis seharusnya dibuang di kantong warna kuning. Sedangkan untuk sampah domestik dimasukkan ke kantong warna hitam.

Dengan MoU itu, petugas di lapangan sudah tidak perlu mengecek atau mengambil sampel sampah yang masuk kantong plastik berwarna hitam. “Kalau tahu itu limbah medis pasti kami tolak,” tegas Wisnu.

Terkait pengawasan, Wisnu berujar selama ini petugas lapangan selalu mengecek sebelum sampah dari rumah sakit atau puskesmas diangkut. Hanya saja, selama ini petugas lapangan percaya jika sampah di kantong plastik warna hitam bukanlah limbah medis.

Keberadaan limbah medis di TPA Kedungdowo, tutur Wisnu, akan jadi catatan untuk bahan evaluasi. Sejak kemarin, petugas yang mengangkut sampah dari rumah sakit atau puskesmas wajib untuk mengambil sampel dan membukanya. Wisnu tidak ingin kejadian ini terulang.

Wisnu menjelaskan, selama ini tim lapangan LH hanya memperketat pengawasan sampah dari rumah sakit atau puskesmas yang baru. “Kalau  rumah sakit dan puskesmas yang lama kita sudah percaya tidak akan melakukannya,” tandas pria bertubuh tinggi besar ini.

Dengan adanya kejadian tersebut, Wisnu menegaskan pihaknya akan lebih waspada lagi. Limbah medis yang ditemukan di TPA Kedungdowo ini nantinya akan dikembalikan ke instansi yang akan membuangnya. Hingga kemarin, petugas dinas LH masih memastikannya.

Sesuai aturan, limbah medis harus dimusnahkan dan tidak boleh masuk ke dalam TPA. Ditanya terkait kemungkinan limbah medis itu digunakan untuk menangani Covid-19, Wisnu tidak mau berspekulasi. Sebaliknya, dia percaya

rumah sakit atau puskemas yang selama ini menangani Covid-19 sudah punya tempat sampah terpisah. “Penanganan limbah medis dilakukan pihak ketiga,” jelas Wisnu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia