Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Kerang Laut Purba Tercecer di Kendeng

14 Agustus 2020, 09: 16: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Fosil

TEMUAN BERSEJARAH: Pegawai Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi menunjukkan fosil kerang laut, gigi, dan tanduk purba yang ditemukan di Pegunungan Kendeng, Hutan Tritik, Rejoso Selasa (11/8). (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Misteri kawasan Pegunungan Kendeng di wilayah Hutan Tritik, Kecamatan Rejoso yang pernah diterjang laut masih belum terkuak. Padahal Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk kerap menemukan benda-benda laut diduga dari masa purba di sana.

Usianya diperkirakan sudah ratusan ribu tahun. Selasa (11/8), tim kepurbakalaan disparporabud melakukan verifikasi lapangan. Itu terkait temuan fosil di kawasan Hutan Tritik.

Menurut Kepala Disparporabud Nganjuk Fajar Judiono melalui Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Museum, dan Kepurbakalaan Amin Fuadi, ada temuan enam keping kerang laut termasuk langka. “Namanya fosil placum ephipium. Ini masuk kelas bivalvia,” terangnya.

Fosil

Temuan Fosil di Hutan Nganjuk (Grafis : Dedi Nurhamsyah - radarkediri.id)

Fosil kerang laut yang cangkangnya pipih berwarna putih itu, menurut Amin, memang jarang ditemukan. Di Nganjuk, fosil kerang ini baru ditemukan. Selain kerang laut, ada pula temuan karang laut. Fosil ini berwarna oranye. Terbentuk dari susunan kerang kecil yang menyatu dengan pasir laut. “Jumlah yang ditemukan ada dua buah,” ungkapnya.

Dengan adanya temuan fosil laut ini, Amin mengatakan, ada indikasi dataran pulau Jawa di bagian timur ini dulunya pernah diterjang tsunami. Atau dimungkinkan terendam laut semakin jelas.

Ini pula yang menjadi alasan kuat bahwa dahulu pulau Jawa bagian timur, khususnya di Nganjuk, pernah terendam laut. Jika diurutkan, Amin menyebut, dataran yang muncul paling awal adalah Jawa Barat. Lalu, diikuti Jawa Tengah dan terakhir Jawa Timur.

“Ini kenapa temuan fosil purba di Jawa Timur usianya lebih muda bilang dibandingkan dengan Jawa Barat dan Jawa Tengah,” bebernya.

Termasuk usia hewan purba yang ditemukan juga masih sangat muda. Seperti fosil yang ditemukan bersamaan dengan fosil laut adalah hewan purba lainnya. Di antaranya adalah kaki dan gigi stegodon atau gajah purba. “Yang telah ditemukan kakinya. Ini bagian paha dan lutut ke bawah,” urai Amin.

Selain gajah purba, lanjut dia, hewan lainnya yang ditemukan adalah tanduk bovidae yang diperkirakan dari jenis banteng purba. “Dua potongan, bagian tengah hilang, panjang masing-masing 25 sentimeter dan 10 sentimeter,” beber Amin. Semua temuan ini akan dibawa ke Museum Anjuk Ladang.

Untuk diketahui, fosil hewan laut dan hewan purba ini ditemukan oleh Susilo, 51, pegawai Perhutani Nganjuk asal Kelurahan Ganungkidul, Kecamatan Nganjuk. Pria yang mendapatkan penghargaan dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran ini menemukan benda-benda purba di Hutan Tritik, Rejoso pada Sabtu (8/8) lalu. Semua temuannya itu diserahkan kepada disparporabud untuk dibawa ke Museum Anjuk Ladang.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia