Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Home Care RSUD Gambiran di Tengah Pandemi

Tetap Layani dari Rumah ke Rumah

13 Agustus 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PEDULI : Suryani, dan Maryanto saat menggendong anak-anaknya yang mendapat layanan RSUD Gambiran Homecare, bersama Plt Direktur RSUD Gambiran dr. Fauzan Adima kemarin pagi

PEDULI : Suryani, dan Maryanto saat menggendong anak-anaknya yang mendapat layanan RSUD Gambiran Homecare, bersama Plt Direktur RSUD Gambiran dr. Fauzan Adima kemarin pagi (IQBAL SYAHRONI/JPRK)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Memiliki dua anak kembar yang memiliki gangguan gerak motorik atau cerebal palsy dirasa berat bagi Maryanto. Apalagi, mereka harus berobat rutin. Belum lagi sang istri Suryani juga mengalami kelumpuhan.

Untunglah, ada home care RSUD Gambiran. Sangat membantu beban Maryanto yang sehari-hari harus berdagang keliling. “Apalagi saat pandemi seperti ini,” tutur Maryanto saat diundang ke RSUD Gambiran kemarin.

Awalnya, terang pria yang tinggal di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren itu datang langsung ke rumah sakit. Tetapi, begitu mengetahui kondisi keluarganya, dia mendapatkan layanan home care dan langsung didatangi ke rumah.

Memang, selain istrinya, dua anaknya yang bernama Bagas dan Bagus juga mengalami gangguan gerak motorik karena perkembangan otak yang tidak normal. Kondisi ini membuat mereka sulit ke rumah sakit. “Alhamdulillah, semakin terbantu, pelayanan juga baik dari para dokter,” ujar Maryanto kepada wartawan.

Layanan berlanjut untuk para pasien tidak mampu memang menjadi prioritas bagi Pemkot Kediri. Karena itu, meski masa pandemi, layanan home care RSUD Gambiran Kota Kediri ini tak berhenti.

Apalagi, banyak masalah yang dihadapi warga yang mengalami kesulitan biaya untuk berobat. Mulai biaya untuk datang ke puskesmas, atau rumah sakit, atau tidak memiliki keluarga, hingga yang mengalami kelumpuhan fisik.

 Direktur RSUD Gambiran dr Fauzan Adima menjelaskan bahwa pelayanan ini juga tidak hanya soal penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) yang memberikan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu saja. Tetapi juga menjembatani pasien yang belum memiliki jaminan kesehatan untuk mendaftar atau membuat jaminan sosial tersebut.

         Ia menjelaskan bahwa meski program home care sudah ada di beberapa daerah lain.  Menurutnya ada beberapa kelebihan yang tidak dimiliki tempat lain. Layanan jemput bola ini berorientasikan pada pasien, bukan penyakit saja. Sehingga apapun yang menjadi kendala pasien bisa ditangani dengan kerja sama lintas sektoral. Pelayanan secara berkelanjutan home care bekerja sama lintas sektoral kepada Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), hingga ke tingkat RT/RW di kelurahan.

“Selain merawat pasien secara medis, home care peduli juga menyelesaikan persoalan non medis. Seperti pendidikan anaknya, bedah rumah dengan menggandeng Dinsos, sampai pengurusan dokumen kependudukan,” papar Fauzan.

         Untuk diketahui, Program Home Care Peduli yang diluncurkan RSUD Gambiran Kota Kediri sejak 2016. Layanan kesehatan terintegrasi ini masuk dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Layanan Publik Jatim 2020 dari 137 inovasi kota/kabupaen di Jawa Timur yang mengikuti kompetisi.(syi/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia