Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Mereka Harus Kerja Sampingan karena Sepi Tanggapan

Bikin Masker hingga Jual Sega Bantingan

12 Agustus 2020, 17: 11: 01 WIB | editor : Adi Nugroho

PERTAMA : Selain menjadi MC, untuk pertama kalinya Yudi melakukan perekaman video musik.

PERTAMA : Selain menjadi MC, untuk pertama kalinya Yudi melakukan perekaman video musik. (HABIBAH A. MUKTIARA)

Share this          

Biasanya Yudi adalah MC di berbagai acara hajatan. Kini, dia harus juga bisa berdagang hingga menjadi penyanyi dadakan.

HABIBAH A. MUKTIARA – KABUPATEN, JP Radar Kediri

Yudi tak pernah  menyangka virus korona membuatnya banyak kehilangan banyak job jadi MC. Jadwalnya pun acak-acakan. Ada yang benar-benar batal ada juga yang minta penjadwalan ulang. Meskipun dia tak tahu kapan acara itu bisa terlaksana.

“Kalau gathering cuma tiga (yang dibatalkan). Namun kalau acara pernikahan banyak,” ujar pemilik nama asli W. Hadji Wiyono ini.

Yudi sudah  menjadi MC sejak 2007. Sejak itu dia banyak mengisi acara-acara pernikahan. Pundi-pundi uang pun mampu dia kumpulkan dari pekerjaan utamanya ini.

Kini banyak acara yang batal. Membuat pria ini tak memiliki pemasukan dari kegiatan MC. Pendapatannya pun berkurang hingga 60 persen!

Sempat pusing karena sepi job, Yudi pun harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap pagi ia menggelar lapak di depan rumahnya, di Desa Bogem, Kecamatan Gurah. Yang dia jual adalah sega bantingan, nasi dan lauk yang dikemas dalam bungkusan kecil. Juga ada lauk-pauk yang dia masak sendiri.

“Ketika awal berjualan cuma sayuran dan nasi bantingan. Untuk sayur setiap hari menunya ganti,” terangnya.

Kini banyak tetangganya yang ikut menitipkan gorengan dan kue di lapak Yudi. Setiap malam dia men-share menu-menu yang akan dijual pagi harinya. Karena itu dia telah menyiapkan menu sesuai jumlah pesanan. Hasilnya memang tidak banyak tetapi bagi Yudi setidaknya bisa menjadi pemasukan.

Yudi juga menjual nasi bantingan itu secara online. Seminggu dia membua pre order (PO) sebanyak dua kali. Total ada 50  nasi bungkus yang dia jual.

Hal yang sama juga dialami oleh Meilinda Rachmawati Setiawan, 25. Akibat korona semua jobnya sebagai MC dibatalkan. “Sudah batal semua ini, saya termasuk orang yang kena dampak korona,” kata Meli.

Penurunan pendapatannya bahkan mencapai 95 persen. Tentu saja kondisi itu sangat terasa berat baginya. Meskipun dia juga bekerja sebagai penyiar radio namun gaji dari pekerjaannya itu tak banyak.

Di dunia MC perempuan asal Jalan Karanganyar, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri ini memang baru dia tekuni sekitar dua tahun. Perempuan kelahiran 1995 ini  memiliki nama panggung Melly Meii.

Melly juga berusaha tetap eksis di tengah terpaan pandemi korona ini. Banyak hal yang dilakukannya. Salah satunya adalah berjualan masker. Kebetulan lulusan jurusan tata busana SMKN 3 Kota Kediri ini bisa menjahit. Masker itupun hasil dari jahitannya sendiri.

“Karena punya skill menjahit, jadi sayang kalau tidak  dimanfaatkan,” imbuhnya.

Dari penjualan masker itu dia bisa mendapatkan sekitar Rp 2 Juta. Hanya saja dengan perkembannya waktu kini penjualan masker menjamur. Karena kalah saing, ia memilih tidak menjual masker lagi.

Tidak menyerah, perempuan ini beralih jualan makanan online. Juga buatannya sendiri. Hanya saja karena takut ambil risiko, kue yang ia jual hanya dibuat ketika ada yang memesan.

“Seperti lumpia dan brownis, kalau kelamaan rasanya nggak enak,” kata Melly.

Melly berharap korona agar segera hilang. Agar kondisi kembali membaik. Karena sebagai pekerja freelance ia sangat terpuruk. Apalagi ayahnya juga bekerja sebagai freelance supir bus wisata. Karena wisata sedang redup, pendapatan juga berkurang. (fud)

Sepi Pekerjaan Selama Pandemi, Yudi Mendadak Menjadi Penyanyi

Tidak ada yang pernah menyangka, virus korona ini membuat ia harus sepi job. Selain sepi job, namun yang lebih parah adalah jadwal yang acak-acakan. Dimana ada cara yang benar-benar batal, dan ada acara yang harus menata jadwal lagi. Namun untuk acara yang minta di jadwal ulang, masih belum tau diganti kapan. Karena pandemi untuk acara yang dijadwalkan pada bulan mei dan juni benar-benar dibatalkan.

Hal ini dirasakan oleh W. Hadji Wiyono, yang sudah menjadi MC sejak tahun 2007. Kebanyakan acara yang dibatalkan adalah acara pernikahan dan acara gathering perusahaan. “Kalau gathering cuma tiga, namun kalau acara pernikahan banyak,” ungkap Yudi.

Tentu saja akibat banyak acara yang batal, membuat Yudi tidak memiliki pemasukan. Bahkan pendapatan per bulannya berkurang hingga 60 persen.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia