Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Derita Pekerja Sor Terop, Sepi Job saat ‘Panen Raya’

Penghasilan Rp 5 Juta Sebulan pun Menguap

12 Agustus 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

ASPIRASI : Sejumlah penyanyi yang tergabung dalam Alinsi Pekerja Seni Sor Terop Kabupaten Kediri saat demo di depan kantor Pemkab Kediri Kamis (30/Juli) lalu.

ASPIRASI : Sejumlah penyanyi yang tergabung dalam Alinsi Pekerja Seni Sor Terop Kabupaten Kediri saat demo di depan kantor Pemkab Kediri Kamis (30/Juli) lalu. (MOCH. DIDIN SAPUTRO / JPRK)

Share this          

Lima bulan terkungkung dalam pandemi korona menjadi siksaan berat bagi pekerja sor terop. Mereka harus kehilangan momentum ‘panen raya’ yang biasanya terjadi di bulan-bulan ini.

Namanya Menik Klarita. Wanita 35 tahun asal Desa Gedungsewu, Kecamatan Pare ini seorang penyanyi yang biasa manggung di acara-acara hajatan. Istilahnya sebagai penyanyi sor terop.

Sebenarnya bulan-bulan ini bisa menjadi ladang pendapatan yang menggiurkan baginya. Biasanya job manggung sudah terjadwal antara Maret dan April. Sayangnya, semua list manggungnya itu akhirnya terpaksa batal. Menyusul keputusan pemerintah yang melarang aktivitas pengumpulan massa. Termasuk acara hajatan.

“Beberapa bulan kosong Mas. Gak ada job.  Jadi ya tidak ada pemasukan sama sekali,” keluh Menik saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Kediri.

Begitu juga dengan kawan-kawan seprofesinya. Sama saja. Tak ada kegiatan manggung untuk mendapat penghasilan. Padahal jika ada job, biasanya penyanyi panggung di acara hajatan ini bisa meraup rata-rata Rp 5 juta per bulan. Dari hasil manggung satu hingga tiga kali sehari.

Karena tak ada kegiatan manggung, tentu saja beberapa upaya lain terpaksa dilakukan. Kata Menik, rata-rata rekan seprofesinya memanfaatkan untuk berjualan makanan agar dapur mereka tetap ngebul.

“Jadi ganti haluan. Ada yang reseller, jualan online, ada juga yang buat makanan ringan. Kalau saya buat banana roll,” aku penyanyi ini.

Mau tak mau, karena tak ada pemasukan itu, mereka harus berjuang untuk keperluan sehari-hari. “Karena selama ini kami tidak ada yang memperjuangkan,” ungkap Menik, yang mulai berjualan makanan ringan sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri ini.

Memang, sempat ada lampu hijau setelah aliansi sor terop melakukan demo di Pemkab Kediri beberapa waktu lalu. Namun hasilnya tetap saja. Meskipun ada peluang manggung namun masih serba tanggung. Masih sulit dilakukan bagi pihak yang punya hajatan.

Padahal dalam tiga bulan ini, yakni momentum Idul Adha, Agustusan, dan Suroan merupakan bulan-bulan panen raya bagi mereka. Artinya di tiga bulan ini sebenarnya banyak tanggapan, istilah untuk undangan manggung.

Menurutnya masih sepinya job itu karena pemerintah belum maksimal dalam sosialisasi ke tingkat bawah. Padahal kalau sosialisasi bagus sebenarnya juga bisa menggelar acara dengan aman. “Bulan ini sudah satu job masuk. Sudah dilakukan dengan aman dan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Bahkan, selama manggung itu ia juga sembari menyosialisasikan pentingnya penggunaan masker dan jaga jarak. Termasuk cuci tangan sebelum masuk tempat pesta. “Selain manggung juga sosialisasi. Ini demi keamanan bersama. Kalau patuh pasti aman dan sama-sama jalan acaranya,” sebutnya.

Sebelumnya ia pernah menerima job pesta di Kota Kediri. Pada forum kecil dan telah menerapkan protokol kesehatan. Undangan pun juga terbatas. Namun saat itu sebelum acara mulai gugus tugas membubarkan acara itu. “Ya sebelum nyanyi sudah dibubarkan, jadi ya gagal,” akunya.

Panen raya yang seharusnya didapat bulan-bulan seperti ini juga tak bisa dirasakan oleh Iwan Klewor. Musisi asal Desa Keling, Kecamatan Kepung ini juga mengaku bahwa tahun-tahun sebelumnya pada Agustus sudah ramai tanggapan elekton. Bahkan pada bulan ini pula yang sebelumnya sudah ada jadwal harus batal. “Kalau bulan seperti ini biasanya hampir tiap hari ada tanggapan. Tapi karena masih seperti ini akhirnya gagal panen,” pungkasnya. (din/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia