Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Ada Bunyi Rebana dari Arca Terbang

12 Agustus 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Ada Bunyi Rebana dari Arca Terbang

(Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

Arca kuno di Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung ini punya cerita menarik. Ada yang meyakini artefak bernama arca terbang ini bisa mengeluarkan suara rebana.

Desa Kampungbaru letaknya hanya beberapa kilometer dari puncak Gunung Kelud. Dari desa ini pula sejumlah peninggalan purbakala pernah ditemukan. Salah satunya adalah prasasti paling penting yang pernah ditemukan di Kabupaten Kediri, Harinjing. Prasasti yang menyebut nama Kediri pertama kali.

Secara administratif, dahulu desa ini masih satu daerah dengan Desa Siman. Masuk Onderneming Soekabumi. Merupakan kawasan perkebunan milik Hindia Belanda. Di kawasan perkebunan inilah orang Belanda, pada 1914, banyak menemukan artefak kuno seperti Prasasti Harinjing tersebut. Termasuk keberadaan punden terbang yang berada di perbatasan Onderneming Kepoeng dan Onderneming Soekabumi.

Selain itu, sejumlah peninggalan bersejarah juga terdapat di Desa Kampungbaru. Saat ini ada dua yang masih terlihat fisiknya. Sementara yang lain sudah hilang. Kedua benda itu adalah fragmen arca dan juga yoni. Artefak yang berupa arca itu juga biasa disebut Arca Terbang.

Sesuai ciri-cirinya, arca itu terlihat seperti membawa alat musik berupa terbang atau rebana. Hal itu diperkuat dengan cerita rakyat di sana. “Dipercaya arca ini pada hari-hari tertentu pada bulan Sura atau Muharram muncul bunyi seperti terbang atau rebana,” kata Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko.

Arca itu berwujud mirip dengan kera berekor panjang. Ekornya melintang ke samping kanan badan hingga ke belakang telapak tangan kanan.

Artefak ini terbuat dari batu andesit hitam. Menggambarkan sosok kera dengan posisi bersila di padmasana, alas tempat arca yang berbentuk bunga teratai. Tangan kanan dan kiri diangkat membawa benda bulat yang mirip dengan alat musik rebana. Dan di antara telapak tangan kanan dengan objek yang dibawa itu terdapat hiasan sosok bersayap berkepala manusia. Demikian pula di telapak tangan kiri juga terdapat sosok serupa.

Saat ini, arca setinggi 135 sentimeter itu disimpan oleh pemerintah desa (pemdes) setempat. Tujuannya ntuk mengamankan dan melestarikan benda bersejarah tersebut.

Terkait periodisasinya, pemerhati sejarah Novi Bahrul Munib mengatakan bahwa secara kontekstual arca ini berdekatan dengan lokasi temuan Prasasti Harinjing.

“Setidaknya usia arca ini kurang lebih 1.214 tahun. Mengacu Prasasti Harinjing yang tertera angka tahun 804 masehi,” jelasnya.

Selain arca terbang, di desa ini juga ada sebuah yoni. Hanya saja kondisinya tak utuh lagi. Yoni itu ditaruh di salah satu pos kamling di pertigaan desa.

Adanya bukti-bukti peninggalan purbakala di Desa Kampungbaru ini memperkuat bahwa di lereng utara Gunung Kelud telah menjadi daerah yang penting sejak dulu. Menjadi kawasan makmur yang telah ditinggali nenek moyang di era peradaban kerajaan zaman dulu. Bahkan menjadi kawasan yang diperhitungkan karena kekayaan alamnya dari masa ke masa hingga sekarang. (din/fud/habis)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia