Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kendali dari Balik Lapas

Bekuk Pengedar, Amankan Ribuan Pil

11 Agustus 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BARANG BUKTI: Kapolres AKBP Lukman Cahyono (kanan) dan Kasatreskoba Polres Kediri AKP Ridwan Sahara menunjukkan ratusan ribu pil dobel L yang berhasil disita dari tangan tersangka Koz kemarin.

BARANG BUKTI: Kapolres AKBP Lukman Cahyono (kanan) dan Kasatreskoba Polres Kediri AKP Ridwan Sahara menunjukkan ratusan ribu pil dobel L yang berhasil disita dari tangan tersangka Koz kemarin. (RENDI MAHENDRA)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri—  Berada di balik bui tak membuat MA, 33 berhenti bertransaksi narkoba. Napi Lapas IIB Pati, Jawa Tengah ini berhasil mengirim ratusan ribu pil dobel L ke Koz, warga Desa Damarwulan, Kecamatan kepung.

Jaringan narkoba dari Lapas Pati ini berhasil terungkap setelah Koz ditangkap polisi Kamis (6/8) lalu di rumahnya. Dari tangannya berhasil diamankan 132 ribu butir pil dobel l.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono menjelaskan, Koz mendapat barang haram tersebut dari napi Lapas Kelas II-B Pati, Jawa Tengah. “Pelaku memperoleh barang atau paket dari seseorang berasal dari jaringan lapas di Pati,” jelas Lukman dalam pers release di Mapolres Kediri kemarin.

Sementara 132 ribu pil dobel L itu dikirim secara bertahan. Mulai tanggal 5 Agutus dikirim sebanyak 25 ribu butir pil dobel L yang habis diedarkan. Setelah itu, Koz kembali menerima 27 ribu butir pil dobel L padahal sebelum menerima dua kiriman itu, Koz sudah menerima 105 ribu butir pil dobel L.

Berdasarkan pengakuan Koz saat press release kemarin, cara mengedarkannya yaitu menunggu perintah dari MA. Sekitar awal Agustus itu, Koz mengedarkannya dengan cara memasang ranjau (meletakkan narkoba di lokasi yang sudah disepakati). Dia menaruh 25 ribu butir di Jalan Desa Kwagean, Pare. Hanya saja, saat diperiksa Koz berbelit-belit memberi informasi soal harganya. “Saya tidak tahu Pak. Sudah diatur sama MA,” kata Koz.

Sementara menurut Kasatreskoba Polres Kediri AKP Ridwan Sahara, Koz mendapat imbalan Rp 100 ribu tiap transaksi satu botol yang berisi 1000 butir pil dobel L. Selain itu, menurut Ridwan, setiap botol nilainya bisa Rp 1 juta. “Jadi dari jumlah total 130 botol itu, nilainya sekitar Rp 130 juta,” terang Ridwan.

Ridwan juga mengatakan bahwa barang tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi. Sementara berdasarkan pemeriksaan polisi, alamat kirim dari Jakarta. “Alamat itu dikirim dari alamat Jakarta melalui travel herona,” tambah Ridwan.

Menurut Ridwan, pihaknya masih menyelidiki pengakuan Koz tersebut. Sejauh ini, menurut Ridwan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas Kelas II-B Pati, Jawa Tengah. “Kami sudah koordinasi dengan pihak lapas,” kata Ridwan.

Atas tindakannya tersebut, Koz terancam Pasal 197 Subs Pasal 196 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Untuk ancaman hukuman yaitu penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” tambah Ridwan. (ren/dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia