Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
RSUD Minta yang Gejala Ringan Isolasi Mandiri

Hanya Rawat 8 Pasien Covid

Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 1 Orang

10 Agustus 2020, 20: 39: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

grafis perkembangan korona nganjuk

grafis perkembangan korona nganjuk (ilustrasi: afrizal saiful mahbub- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Setelah sempat membeludak, kini pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di RSUD Nganjuk mulai turun. Bahkan, kemarin hanya ada delapan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit pelat merah tersebut. 

Selebihnya, pasien yang bergejala ringan diminta untuk isolasi mandiri di rumah. Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, delapan pasien yang dirawat di RSUD Nganjuk itu terdiri dari satu pasien terkonfirmasi positif dan tujuh pasien suspect. Ketua Tim Penanggulangan Korona RSUD Ngan­juk dr Mei Budi Prasetyo SpP mengungkapkan, satu pa­sien positif yang dirawat saat ini mengalami gejala pneumonia. 

“Kondisinya tidak memungkinkan kalau dirawat di rumah. Ini saja kondisinya baru stabil,” ujar Mei.

Lebih jauh Mei menjelaskan, penurunan pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Nganjuk itu menyusul kebijakan isolasi mandiri bagi pasien yang kondisinya sedang dan ringan. Termasuk pasien positif yang sedang cuci darah juga diminta untuk isolasi mandiri. Selama di rumah, menurut Mei pasien Covid-19 itu dipantau oleh gugus tugas tingkat desa dan tim dari puskesmas. 

Dengan peraturan baru, tutur mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Nganjuk ini, banyaknya pasien di RSUD Nganjuk yang bisa pulang setelah menjalani isolasi selama 14 hari. Jika sebelumnya mereka harus menunggu hasil swab negatif, sekarang mereka bisa langsung pulang. “Selanjutnya menjalani isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Percepatan penanggulangan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto menjelaskan, kemarin ada tambahan satu pasien terkonfirmasi positif. Dia adalah laki-laki berusia 52 tahun asal Tanjunganom. Saat ini pasien tersebut dirawat di Rumah Sakit Ahmad Dahlan Kota Kediri. 

Dikatakan Hendri, selama ini pasien punya riwayat berpergian dari Surabaya. Setelah dari Kota Pahlawan, pasien mengeluh batuk. “Kasus kita belakangan ini kebanyakan tertular setelah berpergian dari luar daerah. Selain itu juga ada yang kontak erat dengan pasien positif,” tutur  dokter yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan ini. 

Dengan penambahan satu kasus terkonfirmasi tersebut, kasus Covid-19 di Nganjuk kini mencapai 228 orang. Sebanyak 128 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Adapun 27 pasien lainnya meninggal dunia.

Selebihnya, jumlah pasien suspect juga bertambah dua orang menjadi 359 orang. Selanjutnya, kontak erat sebanyak 3.474 orang. Sedangkan kategori probable sampai saat ini masih belum ada. “Penularan kebanyakan dari luar daerah. Kami imbau agar masyarakat mengurangi bepergian ke luar daerah jika tidak untuk urusan yang penting,” tegas Hendri. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia