Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pos Pantau Bertambah, PMK Kekurangan Personel

Fokus Tangani Kebakaran di Utara Nganjuk

10 Agustus 2020, 20: 36: 16 WIB | editor : Adi Nugroho

SIAP BEROPERASI: Sejumlah petugas di UPT PMK Warujayeng, Tanjunganom mengecek kesiapan mobil PMK. Agustus ini satpol PP menambah satu pos pantau di Lengkong untuk menangani kebakaran di wilayah utara Nganjuk yang selama musim kemarau ini juga dianggap raw

SIAP BEROPERASI: Sejumlah petugas di UPT PMK Warujayeng, Tanjunganom mengecek kesiapan mobil PMK. Agustus ini satpol PP menambah satu pos pantau di Lengkong untuk menangani kebakaran di wilayah utara Nganjuk yang selama musim kemarau ini juga dianggap raw (rekian- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Satpol PP menambah pos pantau petugas memadamkan kebakaran (PMK) di Lengkong. Penambahan pos itu dilakukan untuk menangani kebakaran di wilayah utara. Sayangnya, dalam operasionalnya mereka masih menghadapi masalah personel yang terbatas. 

Pos Pantau Lengkong menempati bekas rumah eks kawedanan Lengkong. Kepala Satpol PP Nganjuk Abdul Wakid mengungkapkan, kantor eks kawedanan itu akan dimaksimalkan untuk pencegahan kebakaran. “Pos pantau ini bertanggung jawab menangani kebakaran di empat kecamatan,” ujar Wakid.

Selain Lengkong, pos pantau itu juga menangani kebakaran di Kecamatan Gondang, Patianrowo, dan Jatikalen. 

Dengan pendirian pos pantau di Lengkong, kebakaran di empat wilayah tersebut bisa segera ditangani. Harapannya, kerugian yang timbul bisa dicegah atau diperkecil.

Jika ada kejadian kebakaran besar di empat wilayah tersebut, pos pantau lainnya di Nganjuk bisa ikut terjun membantu. Termasuk mobil pemadam kebakaran di kantor utama satpol PP, hingga pos pantau di Warujeng, Tanjunganom.  

Lebih jauh Wakid mengaku sengaja mengoperasikan pos pantau baru Agustus ini. Alasannya, ancaman bencana kebakaran di musim kemarau mulai meningkat. “Harus diantisipasi. Termasuk ancaman bencana kekeringan,” terangnya.

Keberadaan pos pantau di Lengkong, jelas Wakid, bisa membantu

distribusi kebutuhan air bersih bila terjadi kekeringan di bagian utara. Berdasar pengalaman tahun lalu, beberapa daerah di wilayah utara Nganjuk jadi langganan kekeringan. Selain Lengkong, ada pula Ngluyu, Gondang, dan beberapa kecamatan lain.

Sementara itu, meski sudah memiliki satu pos pantau baru, menurut Wakid pihaknya masih menghadapi masalah dalam jumlah personel. Wakid berujar, di satu pos pantau idealnya diisi oleh 21 personel. Sebab, ada tiga regu yang akan dibagi dalam tiga sif selama 24 jam. Tetapi, saat ini jumlah personel yang dimilikinya masih minim. 

Total Wakid mengaku baru memiliki 34 personel. Mereka akan bertugas di tiga tempat. Yaitu, pos utama di satpol PP dan di dua pos pantau. Dengan demikian, di masing-masing tempat hanya akan diisi sebelas personel. “Tiap sif hanya tiga orang. Idealnya tujuh orang per sif. Sangat kurang,” tandas Wakid.  

Menyiasati kekurangan personel tersebut, Wakid mengaku berusaha memaksimalkan petugas yang ada. Meski jumlahnya terbatas, dia berupaya agar pelayanan tetap maksimal. “Saya atur sendiri cara kerja petugas pemadam kebakaran,” imbuh Wakid sembari menyebut UPT PMK memiliki lima unit kendaraan yang sudah beroperasi semuanya. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia