Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Pengantin Banaran, Kertosono Gelar Resepsi 'Ala' Covid

09 Agustus 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

YANG PENTING SAH: Acara pernikahan Aden dan Bella di Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di masa pandemi kemarin.

YANG PENTING SAH: Acara pernikahan Aden dan Bella di Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di masa pandemi kemarin. (andhika attar- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Kediri- penyelenggara acara hajatan maupun pernikahan tetap harus mengedepankan protokol kesehatan. Mereka mesti berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 sesuai tingkatan acaranya.

Ketetapan tersebut ditegaskan lewat Surat Edaran (SE) Bupati Nganjuk tentang protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pesta perkawinan, hajatan, dan pertunjukan seni. “Sekarang mengacu dari Perbup Nganjuk Nomor 28/2020 dan SE Bupati Nganjuk,” ujar Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin.

Kedua peraturan tersebut me­nga­tur dan menjabarkan bagai­mana seharusnya pe­laksanaan hajatan maupun pernikahan disikapi masyarakat. Mengingat, pandemi Covid-19 belum lepas dari Kota Angin. Terlebih, angka pasien positif juga masih tinggi.

Salah satu poin yang perlu menjadi perhatian masyarakat adalah izin dan koordinasi dengan gugus tugas Covid-19 di tingkatan masing-masing. Bila hajatannya hanya di tingkat desa, penyelenggara cukup berkoordinasi dengan gugus tugas di desa setempat.

Sementara untuk tingkat keca­matan atau kabupaten otomatis menyesuaikan peraturan tersebut. “Boleh dilaksanakan tetapi wajib sesuai protokol kesehatan dan izin dari gugus tugas Covid-19,” tegas Roni.

Selain izin, pihak penyelenggara diwajibkan menyediakan hand sanitizer, thermo gun, dan sebagainya. Mempelai pengantin serta tamu undangan pun diharuskan pakai masker dan menjaga jarak.

Tidak hanya itu, prosesi sala­man tamu undangan dan pe­ngan­tin tak luput dari perhatian. Dalam peraturan tersebut, Roni mengatakan, pemerintah mengimbau agar tidak ada acara bersalaman secara langsung atau kontak fisik.

“Jumlah tamu undangan harus dibatasi. Maksimal, separo dari kapasitas ruang yang diper­gunakan,” tandas perwira dengan dua balok emas tersebut.

Atas peraturan itu, Aden, 24, dan Bella, 20, pasangan pe­ngan­tin, melangsungkan pernikahan dengan menaati aturan yang ada. Keduanya mengaku, me­mahami kondisi pandemi yang terjadi. Karena itu, pesta per­nikahan yang rencananya digelar meriah, akhirnya dilangsungkan secara sederhana.

Pasangan yang tinggal di Kelurahan Banaran, Kertosono ini melakukan akad nikah di masjid setempat dan tidak menggelar resepsi. “Yang penting sah dahulu. Karena kan kon­disinya juga masih pandemi,” ujar Aden yang lama berke­cimpung sebagai developer perumahan tersebut.

Mempelai pengantin itu menerapkan protokol kesehatan. Mulai penggunaan masker dan membatasi jumlah undangan. Mereka juga telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Desa Ngrombot, Patianrowo. Itu tempat keduanya melangsungkan pernikahan. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia