Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Waspadai Pasar Tradisional

08 Agustus 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

BERKABUT : Tim gabungan dari damkar, DLHKP, dan BPBD Kota Kediri menyemproti jalan-jalan dengan cairan disinfektan kemarin.

BERKABUT : Tim gabungan dari damkar, DLHKP, dan BPBD Kota Kediri menyemproti jalan-jalan dengan cairan disinfektan kemarin. (IQBAL SYAHRONI/JPRK)

Share this          

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Upaya recovery ekonomi akibat pandemi korona tak bisa dilepaskan dari kondisi pasar-pasar tradisional. Pasar-pasar itu masih menjadi sentra perputaran roda ekonomi yang utama. Karena itu melakukan pengawasan dan monitoring pasar menjadi satu hal yang sangat penting. Khususnya sebagai persiapan penerapan adaptasi kehidupan baru (AKB).

Apalagi, di sisi lain, pasar tradisional juga berpotensi menjadi lokasi penular virus tersebut. Karena intensitas pertemuan masyarakat sangat tinggi.

“Pasar tradisional memang sangat rentan terhadap penyebaran Covid-19. Untuk itu gugus tugas terus melakukan monitoring di sana,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi kemarin.

Pengawasan terhadap pasar-pasar itu dilakukan setiap hari. Melalui gugus tugas di tingkat desa dan kecamatan. Mereka melakukan screening protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional tersebut. Baik pasar desa maupun pasar milik pemerintah.

Hal itu dilakukan karena di beberapa daerah sudah tercatat adanya klaster pasar tradisional. Slamet tidak menginginkan hal itu terjadi di Kabupaten Kediri.

Sejauh ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan itu gugus tugas setiap hari berkeliling di pasar. Mereka terus mengingatkan agar dalam beraktivitas, baik pedagang dan pembeli, selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Yang paling utama adalah pemakaian masker,” tandasnya.

Tak menutup kemungkinan pemerintah akan melakukan pemeriksaan secara masal pada pedagang dan pembeli di pasar. Itu akan dilakukan secara mendadak. “Ke depan akan dilakukan sampling rapid test untuk pedagang dan pembeli di pasar,” tambahnya.

Hanya, kapan waktu pelaksanaannya Turmudi tak mau mengatakan. Yang jelas pihak pemerintah kabupaten akan melakukan itu secara mendadak. Karena tujuannya untuk mengetahui kesehatan mereka yang beraktivitas di pasar.

Terkait kondisi di pasar tradisional, Camat Pare Anik Wuryani mengungkapkan sudah banyak pedagang dan pembeli yang memakai masker. Hanya saja tak sedikit pula mereka yang masih abai.

“Ada penjual makanan yang tidak pakai masker padahal aktivitasnya bicara terus. Kami sudah imbau berkali-kali tapi masih bandel,” sebutnya.

Anik sangat menyayangkan hal tersebut masih terjadi. Sebab banyak yang sudah menganggap saat ini kondisi penularan di Kabupaten Kediri aman. Padahal sebenarnya saat ini untuk Kabupaten Kediri masih berada di zona oranye. Setiap hari masih ada penambahan pasien terkonfirmasi positif.

Tim dari Kecamatan Pare setiap hari juga melakukan pengawasan keliling di Pasar Pamenang, yang merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Kediri. Pengawasan itu, bahkan, sudah dilakukan sejak Maret.

“Ada  juga pembeli yang tidak mau pakai. Sepertinya kalau tidak ada sanksi tetap saja seperti itu. Kami perlu telaten mengingatkan,” tegasnya.

Menurutnya, di pasar tradisional itu ribuan masker sudah diberikan. Karena itu dia sangat menyayangkan kalau masker yang telah dibagi itu tidak dipakai.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan, pengawasan akan semakin ketat pada pasar tradisional. Terlebih di beebrapa kota, penularan korona di pasar tradisional sudah masif terjadi. Sehingga pihaknya tak ingin hal tersebut juga terjadi di pasar tradisional Kabupaten Kediri.

Apalagi selama ini kebijakan penutupan pasar tradisional tidak dilakukan. “Hanya lebih ke pengetatan dan ketegasan kebijakan yang sudah ada.  Utamanya wajib masker sehingga kami berharap pedagang dan pembeli mematuhi itu,” pesannya.

Di Kabupaten Kediri setiap hari masih terdapat penambahan pasien positif korona. Kemarin ada tambahan 6 orang yang terjangkit virus ini. Di sisi lain, ada juga 37 pasien yang sebelumnya positif Covid-19 dinyatakan sembuh.

Sementara itu, Kota Kediri kembali mendapat tambahan satu kasus positif korona. Menjadikan jumlah warga kota yang terkena Covid-19 menjadi 117 orang.

Pasien terbaru itu diidentifikasikan sebagai perempuan usia 60 tahun. Beralamat di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto. Wanita itu merupakan rembetan dari klaster Kabupaten Kediri. Anak wanita tersebut juga pasien positif namun tinggal di Kabupaten Kediri.

Perempuan tersebut, menurut Wali Kota Abdullah Abu Bakar, tidak menunjukkan gejala. Atau yang sebelumnya diistilahkan sebagai orang tanpa gejala (OTG).

Karena OTG, saat ini yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Meskipun demikian, seperti sebelumnya, ketika ada kasus terkonfirmasi positif tanpa gejala tetap dilakukan pemantauan dari tenaga kesehatan.

“Terus dilakukan pemantauan kesehatan selama isolasi mandiri,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri dr Fauzan Adima.

Lelaki yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri itu menjelaskan bahwa saat ini di Kota Kediri juga terus dilakukan penanganan persebaran. Meski belum ditetapkan Satgas Covid-19 dari pusat sejak 22 Juli 2020 lalu.

Untuk penanganan yang bertujuan memotong rantai penyebaran Covid-19 di Kota Kediri itu beberapa aksi dilakukan. Sseperti biasa, didirikan posko kebencanaan. Karena kebetulan berada di gang maka warga dan petugas jaga bisa dengan mudah mengontrol arus keluar-masuk.

Warga di dalam gang tersebut juga harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Waktunya selama 14 hari. “Tetap dilakukan protokolnya mulai dari penyemprotan di lingkungan, posko kebencanaan, dan tracing ke kontak erat,” imbuhnya.

Aksi dalam skala besar juga tetap dilakukan. Seperti rapid test masal dan juga penyemprotan disinfektan. Seperti kemarin, tim gabungan dari pemadam kebakaran (damkar), dinas lingkungan hidup, kebersihan, dan pertamanan (DLHKP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri melakukan penyemprotan disinfektan di jalan-jalan.

Kemarin penyemprotan dilakukan di wilayah barat sungai. Rencana penyemprotan tetap dijalankan untuk menggerakkan kegiatan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) di Kota Kediri.(din/syi/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia