Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (26)

Jobong Sumur Andesit dari Era Jayabaya

08 Agustus 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (26)

(Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

Jobong sumur di Balai Desa Kandangan menjadi salah satu peninggalan penting di wilayah ini. Adanya angka tahun yang masih bisa terbaca jadi alasannya.

Keberadaan permukiman kuno identik dengan adanya peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas manusia. Salah satunya adalah jobong sumur. Sejauh ini benda kuno jenis itu memang banyak ditemukan di wilayah Kediri. Tapi rata-rata terbuat dari tanah liat. Sementara yang dari batu andesit jarang ditemukan.

Salah satu jobong sumur dari batu andesit itu bisa dijumpai di Balai Desa Kandangan. Kondisinya masih bagus. Diletakkan di dekat gedung utama balai desa. Pada permukaan benda kuno ini, tak ada bagian yang rusak. Memang, jika dilihat sekilas, benda kuno itu mirip dengan gentong batu. Namun ternyata itu adalah jobong sumur. “Tapi kondisinya terbalik,” ujar Pemerhati Sejarah dan Budaya Erwan Yudiono.

Memang, warga sekitar sering menyebut jobong sumur tersebut sebagai gentong batu. Bentuknya yang membulat itulah yang membuat anggapan lebih mengarah ke gentong batu. Jobong sumur ini memang istimewa, di salah satu bagiannya terdapat inskripsi yang menunjukkan angka tahun.

Kata Erwan, angka tahun itu masih bisa terbaca jelas. Letaknya di sisi bidang dekat dengan bibir jobong. Yakni tertulis 1058 saka atau 1136 masehi. Dari angka tahun tersebut, menunjukkan bahwa artefak kuno yang sudah berumur 884 tahun ini merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Panjalu. “Yang kala itu dipimpin oleh Raja Jayabhaya,” sebut pria yang juga Pengurus Komunitas Pelestaris Sejarah dan Budaya Kadhiri (Pasak) itu.

Menurutnya, inskripsi angka tahun itu menunjukkan tanggal pembuatan jobong sumur. Gaya penulisan dengan ukiran itu, ia menyebut gayanya kasar tapi cukup unik. Namun belum selesai dikerjakan, tulisan itu memiliki daya tarik tersendiri untuk kajian ikonografi masa klasik.

Selama ini, Kecamatan Kandangan dikenal menjadi salah satu daerah yang memiliki banyak peninggalan dari masa klasik. Sejumlah batu andesit banyak ditemukan di sejumlah lokasi di wilayah bantaran Kali Konto ini.

Bahkan di Desa Kandangan selain keberadaan jobong batu berangka tahun 1058 saka pada masa Panjalu itu, ada juga lingga berinskripsi 1171 saka semasa Kerajaan Tumapel, yang tak kalah berharganya adalah keberadaan prasasti kusmala dengan angka tahun 1.272 saka yang merupakan kekuasaan Kerajaan Majapahit. Sehingga dapat dipastikan bahwa kebudayaan masyarakat dan permukiman kuno di Kandangan dari masa Panjalu hingga Majapahit masih diteruskan. Keberadaan artefak-artefak kuno ini menjadi bukti keberadaan peradaban masyarakat di timur Kabupaten Kediri masa lalu. (din/dea/bersambung)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia