Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

KIR MAN 2 Kota Kediri dengan Segudang Prestasi

Masuk Top 3 di GYSTB 2020 Hongkong

07 Agustus 2020, 19: 54: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

TEKUN : Aqsa, Rijal, dan Zahra menyelesaikan tugas riset dan penelitian di lobi MAN 2 Kota Kediri kemarin pagi.

TEKUN : Aqsa, Rijal, dan Zahra menyelesaikan tugas riset dan penelitian di lobi MAN 2 Kota Kediri kemarin pagi. (IQBAL SYAHRONI/JPRK)

Share this          

Tangan dingin tiga siswa MAN 2 Kota Kediri ini mampu mengharumkan nama Kota Kediri. Berjaya di kancah Global Youth Science Technology Bowl 2020 di Hongkong.

IQBAL SYAHRONI, KOTA JP Radar Kediri

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Kediri di Jalan Letjen Suprapto ini terasa lengang. Tak ada aktivitas belajar mengajar. Maklum, di masa pandemi saat ini proses belajar mengajar memang dilakukan jarak jauh. Online. Wajar bila suasana sekolah itu terasa lengang. Membuat suara gesekan daun yang diterpa angin menjadi terdengar jelas. Di sisi selatan halaman terpampang dengan megah banner yang memuat prestasi satu semester lalu. Dan disisi utara ada tiga buah banner panjang yang berisi nama-nama siswa dan prestasi yang diraih. Pada tahun 2019 siswa-siswi MAN 2 Kota Kediri berhasil meraih 128 penghargaan baik regional, nasional dan internasional.

Meski sepi, namun, tiga remaja itu tetap datang ke madrasah mereka. Masing-masing menghadapi laptop, dua lelaki dan satu wanita tersebut duduk di lobi utama sekolah. Sang perempuan sesekali menulis di buku yang dia pegang.

Ketiganya adalah Aqsa  Aufa Syauqi, Muhammad Rijal Firdaus, dan Azzahra Fitri Videyarani.

"Saya dan Rijal dari kelas IPA 2 dan Zahra dari IPA 5," terang Aqsa memperkenalkan rekan-rekannya.

Saat itu tiga siswa kelas 12 ini sedang membuat laporan sekaligus persiapan riset mereka masing-masing. Maklum, ketiganya adalah anggota kelompok ilmiah rejama (KIR) An-Nahl MAN 2 Kota Kediri.

Ketiganya merupakan siswa-siswa berprestasi di sekolah itu. Terbaru adalah prestasi mereka saat tampil di ajang riset Global Youth Science Technology Bowl (GYSTB) 2020 Hongkong.

"Alhamdulillah mendapat peringkat tiga," ucap Aqsa, sang ketua kelompok.

Lomba di Hongkong itu diikuti perwakilan berbagai negara. Karena itu mereka bangga bisa menyabet prestasi tersebut. Apalagi hanya ada tiga wakil dari Indonesia. Selain Kota Kediri dua sekolah lain berasal dari Sidoarjo dan Denpasar Bali. Hanya MAN 2 Kota Kediri yang masuk tiga besar.

Mereka terpilih setelah mengikuti seleksi di tingkat nasional, melalui Young Scientist Association (IYSA). Dua judul karya ilmiah yang mereka sodorkan. Namun hanya satu yang dipilih.

Karya itu berupa riset lempung (tanah liat) bentonit yang diolah untuk menghambat korosi pada lempengan baja. Mereka meneliti kandungan apa saja yang harus ditambahkan agar lempung bisa cair dan melapisi baja. Riset ini  mereka lakukan sejak Juli 2019.

"Risetnya didukung penuh oleh sekolah terutama dari Kepsek Nursalim. Saya dan Aqsa berangkat ke Serpong, Tangerang untuk riset," imbuh Rijal.

Riset untuk menghitung kandungan lempung bentonit ini memakan waktu satu bulan. Selama di Serpong itu Aqsa sempat sakit. Beberapa hari hanya bisa tiduran di kamarnya. Membuat Rijal bekerja di lab seorang diri.

"Setelah sembuh lalu riset lagi berdua," ujar Rijal dan Aqsa tertawa.

Zahra, yang tidak ikut ke Serpong, bertugas mencari jurnal dan menghitung formula dan rumus.  Selama itu dia juga tetap berkomunikasi dengan dua rekannya di Serpong.

Zahra saat itu juga baru pulang dari International Young Scientist Innovation Exhibition di Malaysia, Juli 2019, bersama Aqsa. "Si Aqsa memang bersemangat orangnya," ujarnya mengomentari soal Aqsa yang langsung ke Serpong meskipun baru pulang dari Malaysia.

Ketiga remaja ini memang akrab. Tak ada kesan saling menggurui. Situasi yang terjalin karena ketiganya telah sering mengikuti lomba. Ketiganya juga tengah mempersiapkan ‘proyek’-nya masing-masing saat ini.

Aqsa juga baru lolos proposal KOPSI Kemendikbud. Rijal mempersiapkan esai tentang ekonomi. Sedangkan Zahra mempersiapkan riset ilmiah di bidang agama Islam.

Kepala MAN 2 Kota Kediri Nursalim menjelaskan bahwa ia bangga atas pencapaian siswa-siswanya itu. Selama ini MAN 2 Kota Kediri memang didesain sebagai madrasah dengan keunggulan akademik dan riset. “Sehingga kegiatan riset yang dilakukan para siswa, madrasah menanggung seluruh biaya. Mulai dari persiapan hingga kompetisi,” terangnya.

Nursalim menambahkan, peningkatan layanan merupakan bagian terpenting dari MAN 2 Kota Kediri. Agar setiap siswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal. “Termasuk bidang riset melalui KIR An-Nahl. Kelompok ilmiah ini telah  menyumbangkan puluhan penghargaan di bidang riset dan mendukung komitmen MAN 2 untuk menjadi pelopor madrasah riset,” pungkasnya. (fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia