Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Bus Mira Tabrak Pagar SPBU

Melaju Kecepatan Tinggi, Sopir Diduga Lalai

07 Agustus 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TAK KUAT: Mobil derek yang menarik bodi bus Mira bernopol S 7280 US justru terangkat ke atas akibat beban yang berat. Evakuasi memakan waktu lebih dari dua jam Rabu (5/8) malam.

TAK KUAT: Mobil derek yang menarik bodi bus Mira bernopol S 7280 US justru terangkat ke atas akibat beban yang berat. Evakuasi memakan waktu lebih dari dua jam Rabu (5/8) malam. (andhika attar- radarkediri.id)

Share this          

KERTOSONO, JP Radar Nganjuk- Bus Mira bernopol S 7280 US yang dikemudikan Minhad Afandi, 46, menabrak pagar SPBU Nglawak, Kertosono Rabu (5/8) malam. Berun­tung, pengemudi dan penum­pang bus tidak ada yang terluka parah akibat kecelakaan tersebut.

Kanit Laka Satlantas Polres Nganjuk Ipda Sugino mengata­kan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 19.00. Kala itu, Afandi sedang melajukan bus jurusan Surabaya-Jogjakarta tersebut dari arah timur dengan kecepatan tinggi. “Saat mendekati tempat kejadian perkara (tkp), sopir bus mengaku ada motor tak dikenal hendak menyeberang jalan,” ujar Gino kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Lantaran pemotor tak dikenal tersebut menyeberang dengan tiba-tiba menuju arah utara, Afandi pun kaget. Alhasil, pria asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Ngawi itu membanting kemudinya. Berusaha menghindari tabrakan dengan motor tersebut.

Namun, lantaran membanting kemudi terlalu mendadak dengan kecepatan sedang, bus lansiran Hino tersebut oleng ke kanan. Afandi yang kehilangan kendali atas kemudinya langsung menabrak pagar depan SPBU Nglawak. “Bus menabrak pagar, tugu tapal batas, dan material lain di depan SPBU Nglawak, Kertosono,” imbuh perwira dengan satu balok emas tersebut.

Bodi samping kanan bus tidak mengalami kerusakan fatal meski menghantam material tersebut. Namum, kaca depan bus pecah akibat benturan. Beruntung, sopir, kernet, dan para penum­pang bus yang sekitar separo dari kapasitas muatan tidak sampai mengalami luka parah. 

Pihaknya mencatat tidak ada korban manusia dalam kecelakaan tersebut. Hanya saja, untuk kerugian material diperkirakan memakan biaya sekitar Rp 15 juta.

Dari hasil olah tkp dan analisa yang dilakukan petugas di lapa­ngan, Gino menilai kecelakaan tersebut terjadi lantaran Afandi lalai dalam berkendara. “Penge­mudi bus melaju dengan kecepa­tan tinggi sehingga sulit mengen­dalikan kendaraannya hingga terjadi kecelakaan,” tandasnya.

Sementara itu, kecelakaan Rabu malam lalu membuat lalu lintas di Jl Raya Nganjuk-Surabaya menjadi tersendat. Ditambah lagi, banyak warga yang sengaja datang ke tkp untuk menyaksikan kejadian tersebut.

Konsentrasi massa semakin banyak saat proses evakuasi. Petugas satlantas pun terpaksa melakukan buka-tutup arus lalu lintas di sana. Proses evakuasi memakan waktu cukup lama karena petugas derek sempat kesulitan untuk menarik bodi bus yang tersangkut tersebut. Setidaknya, hingga pukul 21.30, petugas masih berupaya untuk melakukan evakuasi. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia