Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Perbaikan Puluhan Sekolah Tertunda

Dana Miliaran dari APBD Terkena Refocusing

07 Agustus 2020, 14: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TUNGGU REALISASI: Atap di SDN Mojoseto yang rusak sudah diturunkan. Sekolah di Kecamatan Gondang itu tinggal menunggu perbaikan dimulai.

TUNGGU REALISASI: Atap di SDN Mojoseto yang rusak sudah diturunkan. Sekolah di Kecamatan Gondang itu tinggal menunggu perbaikan dimulai. (rekian- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Perbaikan puluhan SD dan SMP di Nganjuk urung terealisasi tahun ini. Hal tersebut merupakan dampak pemangkasan anggaran senilai Rp 3,97 miliar dalam refocusing Covid-19 beberapa bulan lalu. Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, setidaknya ada 28 SD dan 18 SMP yang urung diperbaiki akibat pemangkasan dana miliaran tersebut.

“Dana yang terkena refocusing ini yang dari APBD,” ujar Kasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Nganjuk Restiyan Effendi. 

Pekerjaan yang tertunda dari puluhan sekolah tersebut menurut Restiyan di antaranya, rehabilitasi sedang ruang kelas SD dan SMP, pembangunan kamar mandi dan toilet. Kemudian,  rehabilitasi kamar mandiri, pembangunan pagar dan rehabilitasi pagar. Ada pula, pembangunan taman, lapangan upacara, serta fasilitas parkir. 

Seluruh proyek fisik yang sedianya direalisaikan tersebut harus ditunda lebih dulu. Renca­nanya, disdik akan mengajukan kembali kegiatan tersebut dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini. 

Dia menyebut, pembangunan ruang kelas yang kondisinya rusak akan tetap didahulukan. Restiyan mencontohkan perbai­kan di SDN Negeri Mojoseto, Gondang, yang dipastikan tetap dilakukan tahun ini. “Sekarang prosesnya sudah masuk pada perencanaan,” lanjutnya.  

Pria yang sebelumnya bertu­gas di dinas pengendalian pen­duduk dan keluarga beren­cana (PPKB) ini menargetkan perencanaan tuntas dua minggu lagi. Selesai perencanaan, realisasi fisik di SDN Mojoseto bisa segera dimulai.

Untuk diketahui, awal 2020 disdik berencana memperbaiki 71 lembaga di Nganjuk. Jumlah itu terdiri dari 53 SD dan 18 SMP. Dari jumlah tersebut, tinggal 25 lembaga SD yang akan dikerjakan tahun ini. Sedangkan untuk SMP, semuanya terpaksa harus ditunda.

Sebelum dilakukan relokasi anggaran, disdik awalnya mengalokasikan anggaran perbaikan sekolah senilai Rp 7,47 miliar dari APBD. Jumlah itu belum termasuk anggaran perbaikan sekolah dari dana alokasi khusus (DAK) dan sumber lain. 

Khusus untuk anggaran dari APBD, sebanyak separo di antaranya terkena pemangkasan dalam refocusing. “Sebenarnya tidak mengganggu perbaikan di sekolah yang rusak berat. Tetap direalisasikan,” jelasnya tentang perbaikan di 25 sekolah tahun ini. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia