Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Amankan 14 Gram SS dan 23 Ribu LL

Sebar Ranjau Sabu di Puluhan Titik

07 Agustus 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PENGEDAR BESAR: M. Ifandi yang baru saja menjalani serangkaian pemeriksaan masuk ke dalam mobil untuk pengembangan penyidikan lanjutan.

PENGEDAR BESAR: M. Ifandi yang baru saja menjalani serangkaian pemeriksaan masuk ke dalam mobil untuk pengembangan penyidikan lanjutan. (andhika attar- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- M. Ifandi, 20, warga Desa Mungkung, Rejoso dibekuk tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk, Kamis (6/8) dini hari lalu. Dari penangkapan pengedar kakap ini, petugas berhasil mengamankan total 14 gram sabu-sabu dan 23 ribu pil dobel L dari tangan pelaku.

Ifandi ditangkap di wilayah Sukomoro pada pukul 03.00 Kamis dini hari kemarin. “Tersangka kami tangkap setelah anggota melakukan serangkaian penyelidikan,” ujar Kasatresnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso. 

Lebih lanjut Pujo mengung­kapkan, Ifandi berjualan sabu-sabu dengan sistem ranjau.

Yakni, dengan menempelkan paket hemat (pahe) berupa satu klip plastik sabu di sebuah titik yang telah disepakati sebelumnya.

Lokasi ranjau tersebut diakui pelaku ada di sejumlah tempat. Tergantung kesepakatan. Hanya saja, biasanya letak ranjau berada di tiang listrik atau pagar SPBU. Bahkan, di sepanjang Jl Raya Nganjuk-Kertosono ada 24 titik lokasi ranjau yang biasa dijadi­kannya sarana transaksi.

“Pada saat diamankan, kami menemukan satu paket sabu-sabu pada pelaku. Ditambah, empat paket lagi yang telah diranjau di titik-titik tertentu,” terang Pujo.

Berdasar temuan tersebut, pihaknya langsung menggelan­dang Ifandi untuk dilakukan pengembangan lanjutan. Pasalnya, petugas meyakini serbuk kristal tersebut masih ada lagi di tempat persem­bunyiannya. Oleh karena itu, pemuda kurus tersebut langsung dibawa ke rumahnya.

Dari penggeledahan tersebut, tim Rajawali 19 justru mendapati sebuah hasil di luar ekspektasi. Pujo menyebut anggotanya menemukan sebuah kantong kresek berwarna merah. Setelah di buka, isinya tak lain adalah sabu-sabu. “Setelah ditimbang, sabu-sabu tersebut memiliki berat 14 gram,” tandas perwira dengan dua balok emas tersebut.

Bahkan, tidak sampai di sana saja. Dari rumah Ifandi tersebut, petugas juga berhasil menga­mankan 23 ribu pil dobel L milik pelaku. Dari keterangan Pujo, pelaku tergolong sebagai pengedar besar. Terlebih, jumlah pengambilan sabu-sabu oleh pelaku dari pengedar atasnya relatif besar pula.

“Seminggu lalu, pelaku mengaku kepada petugas bahwa baru saja memesan sabu-sabu seberat 50 gram. Namun, kini hanya tinggal belasan gram saja,” tandas Pujo.

Untuk diketahui, Ifandi bukan baru kali ini terjerat masalah hukum. Sebelumnya, ia pernah menjalani hukuman lantaran kasus perlindungan perempuan dan anak. Pelaku mengaku baru beberapa bulan lalu bebas dari penjara karena mendapatkan asimilasi. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia