Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pandemi, Pengunjung RSUD Nganjuk Turun Drastis

Diduga Warga Khawatir Tertular Virus Korona

06 Agustus 2020, 20: 52: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

SEPI: Ruang IGD RSUD Nganjuk menerapkan protokol Covid-19 dengan ketat selama pandemi.

SEPI: Ruang IGD RSUD Nganjuk menerapkan protokol Covid-19 dengan ketat selama pandemi. (rekian- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Mewabahnya virus korona di Kabupaten Nganjuk membuat jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUD Nganjuk turun drastis. Penurunan yang mencapai sekitar 50 persen itu diduga akibat ketakutan warga akan risiko tertular Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan tersebut.  

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, pada Juli lalu jumlah pasien rawat jalan sekitar 5.500 orang. Jumlah tersebut relatif sedikit naik dibanding awal-awal wabah korona merebak pada Maret-Juni lalu. Yakni, sekitar 4.000 pasien tiap bulan. 

Meski demikian, jika dibandingkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan sebelum Covid-19, jumlahnya masih turun hampir separo. “Biasanya lebih dari 10 ribu pasien rawat jalan dalam sebulan,” ujar Ketua Tim Penanggulangan Virus Korona RSUD Nganjuk dr Mei Budi Prasetyo SpP. 

Penurunan serupa menurut Mei juga terjadi pada pasien rawat inap. Hal tersebut, salah satunya bisa dilihat dari bed occupancy ratio (BOR) atau rasio penggunaan tempat tidur di RS. Sebelum virus korona mewabah, sebanyak 80 persen bed terisi. Tetapi, sejak wabah merebak mulai Maret hingga Juni lalu hanya terisi 39 persen. 

Sedikit peningkatan terjadi pada Juli lalu dengan BOR yang men­capai 41 persen. “Tetap sangat kecil dibandingkan sebelum ada wabah,” jelas Mei.  Terkait penurunan pasien rawat jalan dan rawat inap di RSUD Nganjuk, Mei menduga hal itu akibat ketakutan warga. Mereka khawatir tertular Covid-19. Mei khawatir ketakutan warga ini tidak hanya di RSUD Nganjuk, melainkan di dua RS lain yang menjadi rujukan Covid-19.

Lebih jauh Mei mengungkapan, masyarakat tidak perlu takut berobat ke rumah sakit. Sebab, pihaknya sudah menerapkan protokol secara ketat. Tidak hanya itu, semua pelayanan juga sudah dibuka. 

Dikatakan Mei, pasien Covid-19 yang ditangani RSUD Nganjuk juga sudah mulai berkurang. Jika sebelumnya sempat mem­beludak, kemarin hanya ada 10 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 10 pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di sana. Dengan jumlah 63 tempat tidur untuk penanganan Covid-19, menurut Mei ruangannya relatif longgar. “Hampir tiap hari ada pasien yang diperbolehkan pulang karena isolasinya sudah selesai,” urai Mei.

Sejak Senin (4/8) lalu, total ada lima pasien yang sudah diper­bolehkan pulang dan diminta melanjutkan isolasi mandiri di rumah. Mereka berasal dari Wilangan, Loceret, Nganjuk, Prambon, dan Sawahan.

Untuk diketahui, jika selama beberapa hari terakhir terjadi penambahan pasien positif Covid-19, kemarin tidak ada penambahan pasien terkonfirmasi. Sehingga, total kasus Covid-19 Nganjuk tetap 216 orang. 

Selebihnya, jumlah orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 3.430 kasus, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 237 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 115 kasus, serta orang dalam risiko (ODR) sebanyak 48.605 kasus.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia