Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terinfeksi Korona, Lima Orang Isolasi Mandiri

Bertambah Tujuh Pasien Baru, Satu Meninggal

05 Agustus 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

grafis perkembangan korona nganjuk

grafis perkembangan korona nganjuk (ilustrasi: afrizal saiful mahbub, dedi nurhamsyah- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Jumlah pasien terinfeksi korona yang menjalani isolasi mandiri bertambah lagi. Dari total tujuh pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru yang ditemukan kemarin, lima di antaranya harus menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sebab, kondisi kesehatan mereka dinilai bagus.  

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, lima pasien yang harus menjalani isolasi mandiri adalah pemuda berusia 18 tahun asal Pace, laki-laki berusia 51 tahun dan perempuan berusia 49 tahun asal Loceret, perempuan berusia 40 tahun asal Berbek, dan perempuan berusia 37 tahun asal Baron.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nganjuk dr Hendriyanto mengungkapkan, kelimanya menjalani isolasi mandiri atas anjuran tim kesehatan. Diakui Hendri, dari lima orang tersebut, ada yang memiliki gejala pilek dan demam. “Tetapi tidak masuk kategori berat,” ujar Hendri. 

Lebih jauh Hendri menjelaskan, dari lima orang yang menjalani isolasi mandiri itu, mereka memiliki riwayat masing-masing. Misalnya, pemuda asal Pace itu baru saja bepergian dari Malang. 

Selanjutnya, pasangan suami istri asal Loceret tertular dari pasien terkonfirmasi ke-150 yang juga anak mereka. Penularan dari keluarga juga dialami pasien asal Berbek. Dia tertular setelah kontak dengan suaminya yang merupakan pasien ke-178.

Adapun pasien asal Baron tertular korona setelah kontak dengan pasien terkonfirmasi dari Surabaya. Selain lima orang tersebut, dua pasien lainnya harus dirawat di RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara Nganjuk.

Mereka adalah laki-laki berusia 53 tahun asal Pace, dan laki-laki berusia 22 tahun asal Berbek. “Pasien yang terakhir ini (laki-laki 22 tahun asal Berbek, Red) meninggal minggu lalu. Dia sesak napas dan demam tinggi,” jelas Hendri sembari menyebut saat meninggal statusnya masih pasien dalam pengawasan (PDP). 

Sementara itu, dengan penam­bahan tujuh pasien kemarin, total pasien terkonfirmasi positif mencapai 216 orang. Meski kasus Covid-19 terus bertambah, jumlah pasien yang semuh juga kembali bertambah enam orang. Yaitu, laki-laki berusia 47 tahun asal Tanjunganom, laki-laki berusia 53 asal Baron, dan laki-laki berusia 61 tahun asal Berbek.

Tiga pasien sembuh lainnya merupakan satu keluarga asal Wilangan. Yakni, perempuan berusia 51 tahun, perempuan berusia 28 tahun, dan perempuan berusia 70 tahun. Dengan kesembuhan keenam­nya, kini total ada 117 pasien Covid-19 yang bisa pulang ke rumah masing-masing.

Sementara itu, tak hanya kasus positif Covid-19 yang kemarin bertambah. Orang tanpa gejala (OTG) juga bertambah menjadi 3.430 kasus. Kemudian, orang dalam risiko (ODR) menjadi 48.569 kasus. Pasien dalam pengawasan (PDP berkurang menjadi 234 kasus, dan orang dalam pemantauan tetap 115 kasus. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia