Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Bowo Wicaksono, Polisi yang Mengedukasi Siswa dengan Wayang

Ubah Lakon Jadi Polisi dan Siswa

03 Agustus 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MUDAH DITERIMA: Bowo saat memainkan lakon perang melawan Covid-19 kepada siswa yang menggunakan fasilitas wifi di Mapolsek Puncu.

MUDAH DITERIMA: Bowo saat memainkan lakon perang melawan Covid-19 kepada siswa yang menggunakan fasilitas wifi di Mapolsek Puncu.

Share this          

Wayang yang dimainkan dengan sosok dalang dan penonton tak berbeda. Penontonnya adalah pelajar yang berada di sekitar lereng Gunung Kelud, Puncu. Sementara dalangnya tak lain seorang kapolsek.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Kediri, RENDI MAHENDRA

Sekitar sepuluh anak sedang antusias memperhatikan seorang dalang memainkan wayang. Memainkan kisah yang tak ada di dalam pakem. Terlihat empat wayang beserta gunungan tertancap pada batang pisang. Wayangnya pun bukan wayang yang ada dalam kisah Ramayana.

Melainkan sosok wayang pelajar yang memakai seragam sekolah. Serta di sampingnya sosok wayang polisi yang memakai segeram polisi. “Teman-teman jika keluar jangan lupa memakai masker,” kata sang dalang memainkan sosok wayang polisi yang sedang menasehati pelajar.

Kisah yang diceritakan sang dalang  yaitu nasehat pada pelajar tentang mengenai  pentingnya menerapkan protokol kesehatan selama Covid-19. Yaitu selalu menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker.

“Wayang yang saya mainkan tadi untuk mengedukasi anak-anak. Sementara anak-anak yang di sini (kantor polisi) mereka sedang memanfaatkan wifi gratis,” kata Bowo. Bowo adalah panggilan akrab Bowo Wicaksono yang juga Kapolsek Puncu.

Pandemi Covid-19 ini memaksa para pelajar untuk melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan sistem online.  Namun tak semua pelajar  bisa mengakses internet dengan mudah.

Seperti yang terjadi dengan siswa yang berada di sekitar lereng  Gunung Kelud, Puncu. Karena alasan itu, akhirnya Mapolsek Puncu menyediakan wifi gratis. Wifi itu dimaksudkan untuk anak-anak di lereng Gunung Kelud yang susah mengakses internet. Bermula saat perwira berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) melihat anak-anak yang dibonceng orangtuanya turun ke bawah.

“Saat patroli saya melihat  banyak orang tua yang membonceng anaknya  ke arah dataran rendah. Dari situ, saya penasaran dan akhirnya bertanya ke warga. Ternyata mereka mencari lokasi penyedia wifi gratis,” kata Bowo.

Menurut Bowo, masih banyak orang tua di lereng Gunung Kelud itu yang mengantarkan anaknya untuk mencari lokasi yang menyediakan wifi gratis. Salah satunya warung kopi. Akhirnya Bowo pun memutuskan untuk menyediakan wifi gratis bagi siswa.

“Dari situ saya akhirnya memutuskan memakai wifi yang tersedia di kantor Polsek Puncu sebagai media penunjang KBM siswa secara daring,” ujar Bowo.

Sementara itu wifi yang ada di Mapolsek Puncu mempunyai kecepatan 3,40 Mbps.  “Wifi ini mempunyai kecepatan 3,40 Mbps, jadi tidak masalah kalau dipakai oleh 10 siswa. Kami juga memberikan arahan, kalau wifi gratis ini bukan untuk umum, tapi untuk siswa sebagai penunjang belajar mereka,” terang Bowo.

Selain itu, Mapolsek Puncu juga menyediakan prasarana lain untuk kegiatan belajar. Seperti laptop dan printer yang siap digunakan siswa yang belajar di Mapolsek Puncu. “Siswa yang datang kesini mereka yang tinggal di Dusun Laharpang, karena lokasinya juga berada di dataran tinggi sehingga sinyal juga susah,” tutur Bowo.

Saat Jawa Pos Radar Kediri berkunjung ke Mapolsek Puncu, Selasa siang (28/7). Sekitar 10 siswa sedang sibuk dengan gawainya. Mereka terdiri dari siswa SD, SMP, hingga SMA.

Tempat tinggal mereka berada di lereng Gunung Kelud. Salah satu di antara mereka adalah Fitria Choirunisa, merupakan siswi kelas 10 SMA Negeri Puncu. “Wifi gratis ini sangat bermanfaat untuk sekolah,” kata Fitri.

Sementara siswa yang datang dibatasi 10 anak, menurut Bowo, untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tujuannya agar mereka tidak berkerumun. Sementara itu dari rumah masing-masing, mereka dijemput dengan mobil polisi. Selain itu, sebelum menggunakan wifi, mereka harus mengenakan masker. Baik mulai dari rumah dan mencuci tangan terlebih dahulu.

“Harapannya ada pendidikan karakter bagi siswa. Mereka terbiasa disiplin, mengenal personel polisi. Begitu pula orang tua, mereka memberikan arahan untuk memakai helm saat mengantarkan siswa ke Polsek Puncu,” pungkas Bowo. (dea)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia