Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Maling Ponsel Dihadiahi Timah Panas

Tersangka Pernah Beraksi Lebih dari Sekali

01 Agustus 2020, 12: 39: 28 WIB | editor : Adi Nugroho

Maling

TAK BERKUTIK: Tim Macan Wilis Satreskrim Polres Nganjuk menggerebek Suprapto di rumahnya, Desa Kedungdowo, Kota Nganjuk, Rabu (29/7) malam lalu. (Andhika Attar - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Suprapto, 41, warga Kelurahan Kedungdowo, Kota Nganjuk mendapat hadiah timah panas dari Tim Macan Wilis, Rabu (29/7) lalu. Pasalnya, maling ponsel Redmi 5A dan uang tunai itu berusaha kabur saat akan diamankan petugas.

Tersangka diamankan satreskrim sekitar pukul 00.30 Rabu dini hari lalu. “Kala itu petugas mendapat informasi kalau pelaku sedang berada di wilayah Begadung,” ujar Kasubbag Humas Polres Nganjuk Iptu Roni Yunimantara.

Informasi tersebut didapatkan polisi setelah melakukan penyelidikan selama dua hari. Pasalnya, kasus pencurian HP milik Uli Muryani, 28, warga Desa Sukoharjo, Wilangan tersebut baru dilaporkan pada Senin (27/7) lalu.

Dari hasil penyelidikan, petunjuk mengerucut kepada Suprapto.

Alhasil, setelah mendapati informasi keberadaan tersangka, petugas langsung melakukan penangkapan. Namun, Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan tersangka tidak kooperatif saat diamankan. “Tersangka sempat berusaha kabur saat kami melakukan pengembangan,” aku Nikolas kepada koran ini.

Pria yang baru saja berulang tahun itu menyebut tersangka berusaha melarikan diri setelah petugas menggeledah rumahnya. Akhirnya, petugas yang berada di lapangan menghadiahi tersangka dengan sebuah timah panas.“ Kami lakukan tindakan tegas terukur,” sambung Nikolas tentang pria yang sekarang mendekam di tahanan Polres Nganjuk itu.

Lebih jauh Nikolas mengungkapkan, kejadian pencurian sejatinya dilakukan Prapto satu minggu yang lalu. Tepatnya, pada Selasa (21/7) lalu. Kala itu, tersangka beraksi di rumah Uli sekitar pukul 03.00 dini hari.

Modusnya, pelaku memilih rumah yang masih belum selesai proses pembangunannya. Pasalnya, saat mencuri di rumah Uli, tersangka diketahui masuk ke dalam rumah yang belum memiliki daun pintu tersebut. “Selanjutnya tersangka mengambil HP dan uang tunai senilai Rp 3,5 juta,” terang perwira dengan dua balok emas tersebut.

Lebih jauh, Nikolas menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Termasuk kemungkinan apakah pelaku beraksi sendirian atau memiliki komplotan lainnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia