Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Purwanto, Spesialis Pemasok Beragam Sepeda Bekas dari Srikaton

Pernah Alami Pengalaman Pahit Beli Barang Cur

01 Agustus 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MENUAI UNTUNG: Konsumen memilih sepeda bekas di halaman rumah Purwanto di Desa Srikaton, Kecamatan Ringinrejo.

MENUAI UNTUNG: Konsumen memilih sepeda bekas di halaman rumah Purwanto di Desa Srikaton, Kecamatan Ringinrejo. (FAJAR RAHMAD)

Share this          

Meski punya ratusan jenis sepeda, bagi Srianah, suaminya bukan kolektor. Namun Purwanto dianggap hanya sekadar mengumpulkan sepeda bekas. Tak disangka, di masa pandemi usaha memasok sepeda bekas itu menuai manfaat ekonomi tinggi.

FAJAR RAHMAD, Kabupaten, JP Radar Kediri

Ratusan sepeda bekas memenuhi halaman rumah Srianah, 57, di Desa Srikaton, Kecamatan Ringinrejo. Tidak hanya di halaman, bahkan jajaran sepeda bekas itu memakan hampir setengah dari luas rumah. Bercampur dengan onderdilnya. Ada ratusan jumlahnya.

(FAJAR RAHMAD)

Kendaraan kayuh non mesin itu memang dipasarkan. Usaha penjualan sepeda bekas tersebut dirintis Purwanto, suami Srianah. Dia menjalani bisnis ini sejak 17 tahun lalu. “Yah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Mas,” kata Srianah yang menemui Jawa Pos Radar Kediri.

 Sayangnya ketika wartawan koran ini bertandang ke sana, Purwanto sedang mengirim sepeda bekasnya ke pasar loak yang berada di Blitar dan Tulungagung. Hal tersebut dia lakukan setiap hari.

Purwanto memasok sepeda bekas maupun hunting sepeda di pasar. Kemudian, dijual di rumahnya. Sedangkan Srianah bertugas melayani pembeli yang meminati ratusan sepeda bekas di rumahnya.

“Suami saya itu dulu tidak berniat mengoleksi Mas. Ya hanya mencari sepeda di pasar untuk di jual lagi,” ujar perempuan parobaya itu.

Uniknya, menurut Srianah, suaminya tidak banyak menerima penjualan sepeda dari perseorangan. Kecuali jika Purwanto benar-benar mengetahui alamat rumah dari penjual yang menawari sepeda kepadanya.

Hal itu karena dirinya pernah mengalami pengalaman pahit. Purwanto pernah membeli sepeda dari orang tak dikenal. Ternyata sepeda tersebut barang curian. Dari pengalaman itu, Purwanto kini hanya membeli sepeda dari pasar-pasar yang setiap hari dikunjunginya. Seperti pasar loak di Blitar dan Tulungagung. Kedua pasar sepeda bekas itu telah menjadi langganannya setiap hari.

Selain itu, pasar loak di Pasar Gringging, Kecamatan Grogol, dan pasar loak di Nganjuk sesekali dijajaki Tak jarang Purwanto bertransaksi sepeda bekas di sana.

Sejak pandemi korona melanda Kabupaten Kediri dan menumbuhkan gaya hidup sehat lewat bersepeda, pembeli sepeda bekas Purwanto mengalami kenaikan drastis. Itu bila dibanding hari biasa sebelum terjadi pandemi Covid-19.

Srianah mengungkapkan, mengalami peningkatan penjualan sebesar 50 persen. Yang banyak diminati adalah sepeda Jawa atau yang dikenal dengan sebutan ‘sepeda jengki’ dan sepeda dengan ukuran roda 20.

“Suami saya tidak menduga Mas, bila pada pandemi korona ini banyak penambahan pembeli yang datang ke rumah,” urainya.

Tak hanya di sekitar desa, banyak pembeli dari luar kota. Seperti Blitar, Nganjuk hingga Trenggalek yang meminati dagangannya. Mereka tertarik karena koleksinya beragam.  “Setiap hari pasti ada pembeli 10 hingga 20 orang yang datang. Ya mereka membeli sepeda atau spare part-nya.

Sedangkan untuk harga sepeda bekas bervariasi. Tergantung dari spare part sepeda itu sendiri. Sepeda anak-anak misalnya. Srianah mematok harga hingga Rp 200 ribu. Lalu, sepeda jengki dibenderol seharga Rp 800 ribu hingga Rp 7 juta.

“Kalau saya, ketika melayani pembeli bingung dengan harga, saya langsung telepon suami saya yang sedang di pasar. Soalnya dia (Purwanto, Red) yang lebih ngerti,” jelas Srianah yang mengenakan baju hitam saat menemui wartawan koran ini.

Ia menambahkan, bila belum mengetahui langkah selanjutnya dalam bisnis sepeda bekas suaminya. Namun, beberapa minggu yang lalu pernah salah satu media di Kediri yang mempromosikan dagangannya ini lewat media sosial (medsos) youtube. Setelah itu dagangannya mengalami kenaikan pembeli. Bahkan pembeli dari Jombang dan Malang juga ikut tertarik. Mereka datang langsung ke rumah yang dihiasi sepeda bekas itu. (ndr)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia