Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (19)

Dua Lokasi Lambang Ilmu Pengetahuan

01 Agustus 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TERPENGGAL: Kondisi fragmen berupa arca Ganesha dan Dwarapala di Taman Ringinbudho, Pare.

TERPENGGAL: Kondisi fragmen berupa arca Ganesha dan Dwarapala di Taman Ringinbudho, Pare. (MOCH. DIDIN SAPUTRO / JPRK)

Share this          

Keberadaan Arca Ganesha di suatu tempat identik dengan lokasi yang disakralkan. Di lereng utara Kelud, fragmen bersejarah itu jadi jujukan.

Sejauh ini, temuan Arca Ganesha di timur Kabupaten Kediri hanya ada di dua lokasi. Yakni di Kelurahan/Kecamatan Pare dan di Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung.

Untuk Ganesha yang berada di Kelurahan Pare, warga biasa menyebutnya Situs Ringinbudho atau arca Mbah Budho. Benda purbakala ini letaknya sangat strategis. Berada di pusat kota. Tepat di bawah pohon beringin di Taman Ringinbudho atau Alun-Alun Pare.

Arca Ganesha di tempat ini, juga ditemani arca lain yakni Dwarapala.

Arca Dwarapala yang berada di sebelah Ganesha itu ukurannya lebih kecil. Bisa dikaitkan dengan arca penjaga gerbang tempat suci di era klasik.

Kedua arca ini kondisinya tak utuh lagi. Untuk arca Ganesha bagian mahkotanya sudah terpenggal. Begitu juga untuk arca Dwarapala yang bagian kepalanya sudah tidak ada.

Arca Ganesha di sini cukup unik. Dengan posisi bersila atau sikap lotus. Meski sudah tidak utuh, namun kondisi ukiran pada arca Ganesha masih cukup bagus. Detail dan motifnya terlihat jelas. Dengan sejumlah hiasan yang ada di bagian sudut-sudutnya.

Selama ini, dalam mitologi agama Hindu, Ganesha adalah salah satu dewa yang populer dan merupakan putera dari Dewa Siwa. Dari keterangan Ketua Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri Novi Bahrul Munib, Ganesha  juga dikenal sebagai dewa pengetahuan, lambang kecerdasan, penghalau segala rintangan, dan pemberi kesejahteraan serta kebijaksanaan bagi para pemujanya.

Menurut cerita yang berkembang, dua arca ini sejak lama berada di sana. Namun dari hasil observasi ahli sejarah, diperkirakan dua arca yang menjadi salah satu ikon Pare ini tidak di situ. Atau pindahan dari tempat lain.

“Belum ada yang tahu secara pasti dari mana arca ini didatangkan, apakah ini situs atau eks situs,” ujar Novi.

Masih dari cerita masyarakat, saat era Kolonial Belanda, arca tersebut dibawa oleh seorang tokoh dan kemudian di taruh di bawah pohon beringin besar di tengah kota. Meski diduga sudah kehilangan konteks in situ.

Namun sejumlah warga masih meyakini nilai spiritual yang terkandung di dua arca ini. Di hari-hari tertentu sejumlah orang datang untuk memberi sesaji pada benda sakral tersebut.

Sementara untuk Arca Ganesha di Desa Krenceng, baru ditemukan pada 2019 ketika warga hendak membangun rumah. Kondisi Ganesha yang ditemukan pada kedalaman 1,5 meter dari permukaan tanah itu masih utuh. Hanya saja, ukurannya lebih kecil dibanding Ganesha di Ringinbudho.

Keberadaan peninggalan sejarah tersebut tentu menambah catatan banyaknya artefak yang ditemukan di lereng utara Gunung Kelud. Memperkuat bukti bahwa kawasan ini merupakan salah satu lokasi penting pada masa lalu. (din/ndr/bersambung)

Arca Ganesha Ringinbudho

-       Terbuat dari batu andesit warna hitam

-       Tinggi 65 cm, lebar 57 cm, tebal 50 cm

-       Kondisi baik, terpenggal pada bagian mahkota

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia