Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (18)

Arung Kuno Ditemukan di Mana-Mana

31 Juli 2020, 16: 56: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

PENUH AIR : Warga membersihkan sumber air yang diperkirakan sebuah arung kuno di Desa Keling, Kecamatan Kepung.

PENUH AIR : Warga membersihkan sumber air yang diperkirakan sebuah arung kuno di Desa Keling, Kecamatan Kepung. (MOCH. DIDIN SAPUTRO / JPRK)

Share this          

 Teknologi sistem pengairan sudah dikenal sejak zaman kerajaan. Salah satunya adalah sistem pengairan bawah tanah atau arung. Inilah yang banyak ditemukan di lereng utara Gunung Kelud.

Potensi kekayaan sejarah dan budaya di lereng utara Kelud memang luar biasa. Termasuk kekayaan alamnya. Mungkin, selama ini tak banyak yang tahu bahwa di wilayah timur Kabupaten Kediri ini juga banyak ditemukan terowongan air. Baik itu terowongan alami maupun buatan.

Jumlahnya mencapai puluhan. Rata-rata berada di sekitar Kali Serinjing. Yang merupakan saluran irigasi kuno yang dibuat  sejak zaman kerajaan. Terowongan air itu juga biasa disebut arung kuno.

Selama ini, arung kuno yang telah dikenal di Kabupaten Kediri adalah terowongan Surowono di Desa Canggu, Kecamatan Badas. Namun jangan salah, ternyata masih banyak arung kuno lain yang ada di wilayah ini.

Seperti arung yang ditemukan di Desa Brumbung dan Desa Keling, di Kecamatan Kepung. Kemudian ada juga arung di Desa Tertek, Kecamatan Pare. Bahkan arung-arung tersebut merupakan peninggalan bersejarah di dekat Kali Serinjing yang nyaris terlupakan.

Saluran air berupa terowongan buatan di bawah tanah tersebut belum diketahui secara pasti sejak kapan dibuat. Yang jelas dari karakteristiknya mirip dengan arung Surowono.

Di Desa Brumbung, saat ini sudah lebih dari lima arung yang diketahui. Semuanya masih mengalirkan air bersih. Terakhir, ada juga arung di dekat penemuan petirtaan.

Menurut Pemerhati Sejarah Kabupaten Kediri Novi Bahrul Munib, arung kuno di Desa Brumbung ini tidak terlepas dari kemajuan teknologi pengairan di zaman kerajaan dahulu. Namun dia belum bisa menyebut secara pasti sejak kapan arung tersebut dibuat.

“Itu merupakan bukti sejarah kejayaan Kediri masa lalu,” ujarnya.

Terutama pada sistem pengairan yang digunakan untuk irigasi areal persawahan. Apalagi di daerah Kepung juga dikenal dengan penemuan Prasasti Harinjing yang berisi tentang penganugerahan tanah sima kepada sang Bagawanta Bhari atas kehebatannya dalam membuat sebuah saluran irigasi berupa Kali Serinjing.

Dari penjelasan Novi, sebenarnya di daerah Kabupaten Kediri, utamanya bagian timur ini banyak arung kuno. Namun sebagian besar telah tertutup sedimen akibat  aktivitas vulkanik Gunung Kelud. “Terutama di daerah Kecamatan Kepung yang dikenal banyak sumber mata airnya,” sebutnya.

Menurutnya arung Brumbung tersebut masuk kategori arung besar. Karena bisa dilalui orang, seperti arung yang ada di Surowono yang sudah dikenal masyarakat. Di sekitar arung, juga masih ditemukan pecahan keramik dan batu bata merah. Bukti bahwa kawasan itu dahulu merupakan permukiman.

Selain di Desa Brumbung, di Desa Keling juga ada beberapa arung serupa. Ada juga yang sudah tak mengalirkan air. Namun sebagian besar masih terdapat mata air jernih yang mengalir deras.

Novi juga sempat menyinggung bahwa arung kuno merupakan sebuah karya nenek moyang yang luar biasa. Mereka memanfaatkan teknologi saluran bawah tanah untuk mengambil urat-urat air di dalam tanah dengan membuat lorong-lorong yang cukup dalam.

Keberadaan arung kuno tersebut menjadi bukti bahwa kawasan sekitar Kali Serinjing di lereng utara Kelud ini sejak dulu telah dimanfaatkan sebagai kawasan permukiman. Dengan mata pencaharian utama adalah bertani. (din/fud/bersambung)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia