Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Hobi di Kala Pandemi yang Ikut Memutar Roda Ekonomi (2)

Cupang Koi Galaxy Indukan Harganya Rp 20 Juta

31 Juli 2020, 16: 50: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

PINGGIR KOLAM: Penghobi ikan hias melihat-lihat ikan di kolam milik salah satu kios di Desa Canggu, Kecamatan Badas.

PINGGIR KOLAM: Penghobi ikan hias melihat-lihat ikan di kolam milik salah satu kios di Desa Canggu, Kecamatan Badas. (LU’LU’UL ISNAINIYAH)

Share this          

Hobi di Kala Pandemi yang Ikut Memutar Roda Ekonomi (2)

Cupang Koi Galaxy Indukan Harganya Rp 20 Juta!

Kini, Agus Thoriq bisa menjual 1.000 ekor cupang dalam sehari. Bisa dihitung berapa nilainya bila ikan kecil rata-rata seharga Rp 20 ribu. Padahal, sebagian yang laku berukuran besar yang harganya Rp 500 ribu!

Ika Rahmawati memborong ikan hias di kios milik Latiful Mustamiin di Desa Canggu, Kecamatan Badas. Wanita itu 30 tahun itu rela menempuh perjalanan selama tiga jam. Dari rumahnya di Kabupaten Bojonegoro. Tujuannya untuk kulakan ikan hias yang akan dijualnya lagi.

Dia tergolong ‘pemain’ baru di bisnis ikan hias. Baru mendirikan kios dua bulan lalu. “Sebelumnya saya hobi pelihara ikan. Terus posting di sosial media. Banyak yang minat. Terus saya coba jualan sendiri,” urai Ika di sela-sela memilih ikan yang akan dibeli.

Sekali belanja dia bisa menghabiskan Rp 2 juta. Dan itu dia lakukan setiap sat minggu sekali. Mendatangi salah satu sentra ikan hias di Kabupaten Kediri ini.

Omzetnya memang belum begitu besar. Namun sangat prospektif menurutnya. Pembeli sudah mulai banyak. Sehari dia bisa mendapatkan Rp 200 ribu dari penjualan ikan. Belum lagi dari penjualan akuarium dan asesoris lainnya. Dari penjualan benda-benda itu dia bisa mendapatkan Rp 500 ribu lagi setiap harinya.

Lain lagi dengan cerita Abiel Sepatam Riantao. Lelaki yang disapa Ai, warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem ini juga pemain baru di bisnis per-ikan hias-an. Juga baru berkecimpung dua bulan lalu. Dia hanya mengkhususkan pada jenis ikan cupang. Alasannya, jenis ikan ini yang paling banyak diburu saat sekarang. 

Dia kemudian menyebut beberapa jenis ikan cupang yang  harganya wow! Seperti jenis cupang Koi Galaxy dan Nemo Galaxy. Harnganya mulai Rp 20 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Malah ada ikan (indukan) Koi Galaxy yang harganya sampai Rp 20 juta. Tapi saya belum sanggup beli,” jelas pemuda yang akrab disapa Ai ini.

Paling mahal, Ai membeli indukan ikan cupang Koi Galaxy seharga Rp 6,5 juta. Harga itu ditentukan gen ikan tersebut. Bila ikan lahir dari gen yang bagus harganya bisa semakin mahal.

Berkah merebaknya hobi ikan ini juga dirasakan Latiful, si pemilik kios di Desa Canggu tersebut. Setiap hari tokonya tak pernah sepi pembeli. Peningkatannya mencapai 200 persen. Dalam sehari toko milik Latif bisa dikunjungi 300 orang! Padahal biasanya hanya 150-an orang saja.

Beberapa jenis ikan di kios Latif menjadi buruan. Paling utama memang cupang. Namun, jenis lain juga banyak diburu. Seperti jenis komet, koi, maskoki, lohan, hingga arwana. Harganya pun bervariasi. Termurah jenis komet seharga Rp 100 hingga Rp 150 per ekor. Lohan seharga Rp 250 ribu. Atau cupang yang bisa mencapai Rp 800 ribu per ekor. Melihat jenis, ukuran, dan warnanya.

“Kalau yang (harganya) mencapai jutaan (rupiah) saya tidak jual,” aku Latif.

Menurutnya, saat ini ikan cupang mulai langka. Pasokannya sering telat. Selain faktor cuaca, kosongnya stok petani ikan menjadi sebab. Pada saat Lebaran lalu banyak ikan yang terjual habis.

Menipisnya stok ikan di petani itu diakui oleh Sarjono, 48, warga Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah. Petani ikan itu menagatakan jika stok ikan cupang saat ini banyak yang kosong. “Sejak dimulainya new normal kemarin permintaan langsung membeludak. Akibatnya sekarang kosong,” jelas Sarjono.

Agus Thoriq, 50, petani cupang asal Desa Paron, Kecamatan Ngasem, mengaku stok ikannya menipis karena permintaan yang menggila. Dia mengatakan peningkatan permintaan ikan cupang bisa mencapai 200 persen sejak dua bulan lalu. Dalam sehari ia mampu menjual sebanyak seribu ekor.

“Waktu pandemi justru tidak ada yang beli. Tapi pas new normal kemarin langsung banyak yang cari,” terag Agus.

Agus memang tak mengatakan omzet yang dia peroleh. Namun, bila dihitung secara kasar, angka Rp 20 juta bisa mudah dia dapatkan dalam sehari. Itu bila dihitung dia mampu menjual seribu ekor ikan. Padahal, ikan yang kecil saja harganya Rp 20 ribu. Belum lagi bila yang terjual ukuran besar yang bisa mencapai Rp 500 ribu per ekor! (luk/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia