Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features

Gadis Ini Membangun Bisnis dari Kegemaran pada Tanaman

Menanam Kaktus, Memanen Gemerincing Rupiah

30 Juli 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

LAKU KERAS : Vina Nur Nadiro sedang memperlihatkan koleksi kaktus di teras rumahnya.

LAKU KERAS : Vina Nur Nadiro sedang memperlihatkan koleksi kaktus di teras rumahnya. (HABIBAH A. MUKTIARA/JPRK)

Share this          

Bermula dari sebuah postingan di status WhatsApp, bunga kaktus yang dulu hanya sebagai hobi kini menjadi sebuah bisnis. Baru berjalan sembilan bulan namun sudah mengirim hingga Kalimantan.

HABIBAH A. MUKTIARA, KOTA, JP Radar Kediri

Berbagai macam kaktus terpajang di halaman rumah yang terletak di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Bandarkidul, Kota Kediri. Di teras rumah tersebut terlihat berbagai jenis kaktus. Mulai dari jenis ball, ekor tikus, kaktus koboi, hingga kaktus ulir. Sebagian diletakkan di lantai. Sebagian dipajang di rak bunga.

Siang itu di halaman tersebut juga sesak oleh orang yang melihat-lihat. Beberapa di antaranya meneruskan dengan bertransaksi. Membeli salah satu kaktus dengan pot unik yang menjadi tempatnya.

Perempuan berkerudung abu-abu dengan ramah melayani para pembeli itu. Perempuan itu adalah Vina Nur Nadiro, sang pemilik usaha penjualan bunga hias tersebut.

“Sebenarnya ini bermula dari hobi. Kemudian menjadi sebuah bisnis,” terang perempuan berusia 23 tahun.

Vina mengaku mulai memiliki hobi tanaman hias kaktus pada November 2019. Ketika awal mengoleksi ia hanya memiliki enam pot saja. Enam pot tersebut diletakan pada rak buku bekas yang berada di dalam rumah.

Waktu pertama mengawali hobi dia memang meletakkan tanaman itu di dalam rumah. Dia masih takut tanamannya hilang. Namun karena kaktus tidak suka lembab membuat banyak yang busuk. Karena itu tanaman tersebut diletakan di teras rumah.

“Waktu itu saya posting di status WhatsApp, langsung banyak yang tertarik,” imbuhnya.

Vina saat ini masih berkuliah di Universitas Dr Soetomo Surabaya. Mengambil jurusan budidaya perairan. Kebetulan karena adanya virus korona membuat kuliahnya banyak dilakukan secara daring. Karena itu dia sering berada di rumah.

Agar tidak bosan di rumah ia membuat hobinya tersebut menjadi sebuah bisnis. Modal awal Vina melakukan bisnis sekitar Rp 2 Juta. Dari modal tersebut, selain dibelikan kaktus ia juga membeli beberapa rak bunga. Dulu yang semula hanya memiliki enam pot kini menjadi puluhan tempat bunga.

“Saat ini dalam satu hari rata-rata penghasilan sekitar Rp 500 hingga Rp  3 Juta,” imbuhnya.

Jumlah itu tidak hanya berasal dari penjualan kaktus. Juga dari penjualan rak bunga. Dia mengaku kondisi ini terbantu dengan aturan work from home (WFH). Membuat banyak orang mengisi aktivitas di rumah dengan berkebun.

Karena banyak yang mencari, dalam satu minggu ia dapat mendatangkan barang-barang sebanyak empat kali. “Ketika barang baru datang saya story di Instagram, langsung ada yang membeli,” kata perempuan kelahiran 1997.

Gadis yang pernah mengambil D3 di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo ini punya banyak kenalan di berbagai tempat. Dari kenalan tersebut membuatnya mudah untuk mencari pasokan kaktus. Untuk pasokan, kebanyakan berasal dari wilayah Bandung.

Selama menjalani bisnis jual tanaman hias ini, pembelinya tidak hanya dari wilayah kediri saja. Kaktusnya dia kirim mulai ke Bojonegoro, Magetan, hingga Surabaya. “Pernah ada yang tanya dari Gorontalo. Namun karena terkendala ongkos kirim akhirnya nggak jadi,” imbuhnya.

Kini, Vina juga menjejak ke level berikutnya. Slain menjual dia juga sedang melakukan budidaya kaktus. (ara/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia