Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi
PERTANIAN

Panen, Keluhkan Harga Jagung yang Merosot

30 Juli 2020, 15: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TERANCAM RUGI: Petani menunjukkan contoh panenan jagung yang kualitasnya bagus.

TERANCAM RUGI: Petani menunjukkan contoh panenan jagung yang kualitasnya bagus. (rekian- radarkediri.id)

Share this          

NGRONGGOT, JP Radar Ngajuk-Meski belum panen raya jagung, petani di Kecamatan Ngronggot mulai mengeluhkan harga jagung yang terus turun. Dalam seminggu terakhir, harga jagung yang sebelumnya Rp 3.400 per kilogram (kg) menjadi Rp 3.100 per kg. 

Penurunan harga yang terjadi terus-menerus itu hanya bisa membuat para petani pasrah. Fahrul Razi, 51, salah satu petani asal Desa Banjarsari, Ngronggot berharap penurunan berhenti di harga Rp 3.000 per kg. Alasannya, jika harga jagung sampai di bawah Rp 3.000 per kg, para petani pasti akan merugi. “Jangan sampai turun sampai di bawah Rp 3.000 (per kg, Red),” ujar pria tua itu. 

Fahrul mengatakan, sebenarnya di Nganjuk belum terjadi panen raya jagung. Meski demikian, daerah di luar Nganjuk sudah banyak yang panen. Di antaranya di Kediri, Blitar, dan Trenggalek. Akibatnya, stok jagung melimpah dan harga turun. 

Disampaikan Fahrul, kecenderungan waktu panen jagung di daerahnya sedikit terlambat jika dibanding dengan daerah lain. Ketika pasokan jagung di pasar sudah melimpah, petani asal Ngronggot baru panen. 

Walaupun baru panen belakangan, rupanya mereka juga tak luput dari fenomena penurunan harga. “Kalau musim panen serentak seperti ini, harga jagung pasti akan turun,” lanjut pria berambut ikal ini.

Sementara itu, meski sering tidak beruntung karena mendapat harga yang rendah, Fahrul dan para petani lain di Desa Banjarsari tetap saja menanam jagung pada awal musim kemarau seperti sekarang. Mereka tidak bisa beralih ke tanaman lain karena menyesuaikan kondisi tanah mereka. 

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Judi Ernanto belum bisa memberikan komentar terkait penurunan harga jagung ini. Saat dihubungi koran ini melalui telepon, Judi mengaku masih mengikuti pertemuan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain. “Sebentar Mas, saya masih ada rapat,” katanya di ujung telepon.

Untuk diketahui, fenomena harga komoditas pertanian yang anjlok saat panen ini terjadi di hampir semua jenis tanaman. Begitu stok di pasaran melimpah, harga akan terjun bebas.

Selama ini panenan jagung asal Nganjuk tidak hanya untuk konsumsi lokal saja. Melainkan juga untuk luar Nganjuk. Jagung yang biasanya digunakan untuk pakan ternak itu mayoritas dibawa ke Kediri bagian selatan, dan Blitar. Begitu pasokan jagung di dua daerah tersebut terpenuhi dari panenan lokal, harga jagung Nganjuk akan langsung turun.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia