Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Features
icon featured
Features
Kodim 0810 Nganjuk Raih Predikat Terbaik

Babinsa Aktif Lakukan Pendekatan di Posyandu dan PKK

30 Juli 2020, 14: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

MEMBANGGAKAN: Dandim 0810 Letkol Kav Joko Wibowo menerima piagam dari Direktur Jalur Pelayanan Swasta BKKBN drg Widwiono di Bakorwil Madiun, Selasa (28/7) malam.

MEMBANGGAKAN: Dandim 0810 Letkol Kav Joko Wibowo menerima piagam dari Direktur Jalur Pelayanan Swasta BKKBN drg Widwiono di Bakorwil Madiun, Selasa (28/7) malam. (Dokumen Kodim 0810 Nganjuk)

Share this          

Sinergi Kodim 0810 Nganjuk dalam program KB berbuah apresiasi. Mereka berhasil mengharumkan nama Jawa Timur dengan meraih predikat terbaik dalam kerja sama pelayanan program keluarga berencana tingkat nasional.

SRI UTAMI, NGANJUK. JP Radar Nganjuk. 

“Saya tidak menyangka kalau akan menerima penghargaan ini,” ujar Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo, ditemui di ruang kerjanya kemarin siang. Sejak awal Joko tidak pernah terpikir jika kodim yang dipimpinnya akan menerima piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto itu.  

Dalam sinergi pelayanan program keluarga berencana (KB), pria yang menjabat komandan kodim sejak 19 Oktober 2018 itu memang tidak pernah menargetkan untuk mendapat prestasi. Melainkan, bertekad menjalankan tugas yang diinstruksikan oleh pimpinan TNI itu secara maksimal. 

Tak ingin setengah-setengah, TNI memang terjun langsung secara aktif. Mereka ikut melakukan pembinaan dan sosialisasi agar warga mau ikut program KB. Termasuk dalam pelayanan sejuta akseptor secara serentak dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, pada 29 Juni lalu. 

Seperti halnya sinergi dalam pelayanan KB secara umum, Joko menerjunkan total 304 bintara pembina desa (babinsa) untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat. “Ujung tombak sinergi pelayanan KB ini lewat babinsa. Mereka sudah diberi pengarahan untuk mengajak masyarakat ikut KB,” tutur pria kelahiran 17 Juni 1978 itu.

Rupanya, terobosan yang dilakukan pria asal Boyolali, Jawa Tengah ini dinilai oleh provinsi Jatim. Kodim 0810 berhasil mengalahkan 32 kodim lain dalam sinergi pelayanan KB. Kodim Nganjuk pun dinobatkan sebagai pelaksana program KB terbaik di tingkat Kodam V Brawijaya.

Setelah sukses di tingkat provinsi, Kodim 0810 mewakili Kodam V Brawijaya untuk dinilai lagi di tingkat nasional. Kali ini, kodim harus bersaing dengan perwakilan 14 kodam lainnya di Indonesia. 

Keberuntungan rupanya berpihak pada suami drg Dina Ristyawati ini. Kodim 0810 Nganjuk kembali dinobatkan sebagai peraih predikat terbaik tingkat nasional dalam sinergi pelayanan KB. Selasa (28/7) lalu Joko menerima piagam penghargaan di Bakorwil Madiun.

Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jalur Pelayanan Swasta BKKBN drg Widwiono. “Penghargaan ini akan memacu kami untuk terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah. Terutama dalam program KB,” jelasnya. 

Diakui Joko, dalam pelayanan KB ini TNI memiliki peran yang cukup sentral. Tidak hanya di tingkat kabupaten atau kecamatan. Melainkan harus melakukan pembinaan di tingkat desa. “Ada juga yang menolak ikut KB. Anggota sudah diinstruksikan agar terus melakukan pendekatan hingga warga mau ikut program pemerintah,” imbuhnya. 

Sersan Mayor Jasmani, babinsa Mlorah, Rejoso lantas menuturkan pengalamannya dalam program KB. Pria yang sudah menjadi babinsa selama enam tahun itu membenarkan jika tidak semua masyarakat bisa menerima KB dengan lapang dada. 

Bukannya menyerah. Pria berusia 47 tahun itu justru merasa tertantang untuk bisa mengajak masyarakat mau mengikuti KB. “Sekali atau dua kali ditolak, terus didatangi sampai mau,” kenangnya sambil tersenyum. 

Dalam mendekati masyarakat, Jasmani tidak sendiri. Melainkan, dia mengajak bidan desa setempat. Sinergi mereka diakui Jasmani cukup membantu dalam pelaksanaan di lapangan. 

Tak hanya mendatangi warga di rumah masing-masing, pria yang tinggal di Sukomoro ini juga melakukan sosialisasi di sejumlah forum pertemuan yang melibatkan ibu-ibu. Mulai di acara pos pelayanan terpadu (posyandu), hingga pertemuan PKK.

Tidak asal memberikan sosialisasi, Jasmani mendekati ibu-ibu yang sudah memiliki dua anak. “Kami beri pemahaman agar mereka mengerti sisi positif KB. Kuncinya tidak putus asa mengajak masyarakat ikut KB,” tegasnya sembari menyebut sosialisasi berulang akan menimbulkan kesadaran warga.

Enam tahun bergulat dengan program KB, Jasmani mengaku tak tahu jika Kodim 0810 Nganjuk mendapat predikat terbaik dalam sinergi pelayanan KB Selasa malam lalu. Ketika Jawa Pos Radar Nganjuk memberi tahu hal itu, dia pun terkejut. Seperti halnya Joko, bagi Jasmani yang terpenting bagi TNI adalah melaksanakan tugas semaksimal mungkin. Terutama dalam membantu masyarakat.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia