Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Patung Dicuri, Struktur Bata Rusak

Belum Ada Rencana Ekskavasi

29 Juli 2020, 14: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TAK TERAWAT: Petugas disparporabud menunjukkan struktur batu bata di Desa/Kecamatan Ngronggot yang sudah rusak. 

TAK TERAWAT: Petugas disparporabud menunjukkan struktur batu bata di Desa/Kecamatan Ngronggot yang sudah rusak.  (rekian- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparporabud) mengecek temuan struktur di Desa/Kecamatan Ngronggot kemarin. Sayangnya, dua tumpuk struktur batu bata berukuran besar yang sudah diketahui warga sejak puluhan tahun lalu itu sudah rusak. Patung yang dahulu diketahui ada di sana juga sudah hilang. 

Rozi, 52, warga Desa Banjarsari, Ngronggot mengatakan, tumpukan struktur batu bata di sana sudah ada sejak puluhan tahun. “Sejak saya masih anak-anak tumpukan bata itu sudah ada di sana,” ujarnya. 

Tak hanya dua onggokan batu bata besar, dahulu di sana juga ada patung yang berwujud seperti dewa tanpa kepala. “Patungnya dulu menghadap ke selatan,” lanjut pria yang beberapa kali mengecek kondisi struktur di tengah sawah itu.

Meski hingga saat ini dua onggok batu bata itu masih utuh, ternyata patung batu di sana sudah raib. “Saya tidak tahu kok sekarang sudah tidak ada. Entah siapa yang mencurinya,” terang lelaki berambut ikal ini.

Lebih jauh Rozi menjelaskan, selama puluhan tahun tumpukan struktur batu bata itu aman. Warga tidak berani mengubah struktur yang mirip gunung kembar itu karena lokasinya dianggap keramat. Dia termasuk salah satu orang yang percaya jika di sana angker.

Rupanya, cerita tentang keangkeran struktur bata itu perlahan terkikis. Hingga ada yang berani mencuri patung dewa tanpa kepala di sana. Demikian juga struktur batu bata yang sekarang mulai rusak.

Terkait temuan struktur batu bata rusak di Desa/Kecamatan Ngronggot, Kepala Seksi Sejarah, Tradisi Seni, Museum dan Kepubakalaan Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi mengungkapkan, kesadaran msayarakat untuk menjaga struktur cagar budaya masih minim. “Semua orang harusnya punya kesadaran untuk menyelamatkan cagar budaya,” tuturnya. 

Ditanya terkait riwayat tumpukan batu bata di Ngronggot, Amin memprediksi dahulu merupakan tempat ibadah. “Ini bisa kita lihat dari beberapa ciri-ciri yang disampaikan warga. Selain ada banyak pecahan gerabah atau terakota juga ada patungnya,” kata Amin.

Menurut penuturan warga pula, lanjut Amin, patung yang ada di lokasi struktur tersebut cukup besar. “Saking besarnya, orang dua saja kesulitan untuk mengangkatnya,” terang Amin.

Terkait tindak lanjut pascatemuan struktur batu bata tersebut, Amin menjelaskan disparporabud tidak memasukkannya dalam skala prioritas pelaksanaan ekskavasi. Pasalnya, kondisi awalnya sudah tidak beraturan.

Timnya juga tidak menemukan struktur lainnya di sekitar lokasi. “Jarak sekitar 500 meter dari lokasi ini ada punden. Di sana dulu masih ada beberapa bekas peninggalan berupa patung dan benda lainnya,” tandas Amin. 

Benda-benda tersebut menurut Amin tidak dibawa ke museum. Melainkan dipendam oleh warga karena lokasi tempat penemuan dikeramatkan. “Saya yakin struktur yang rusak ini sangat berkaitan dengan punden desa itu,” urainya sembari memprediksi temuan terakota yang bentuknya lebih tebal dari gerabah itu berasal dari kerajaan Majapahit. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia