Selasa, 11 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Nilai Uji Kompetensi Tertinggi 85

Kandidat Tiga Besar Diumumkan Dini Hari

29 Juli 2020, 13: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

grafis seleksi sekda nganjuk

grafis seleksi sekda nganjuk (ilustrasi: afrizal saiful mahbub, dedi nurhamsyah- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tujuh kandidat sekretaris daerah (sekda) sudah menjalani uji kompetensi di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim. Tiga nama kandidat yang lolos seleksi langsung diserahkan panitia seleksi (pansel) kepada Bupati Novi Rahman Hidhayat tadi malam. 

Anggota Pansel Sekda Nganjuk Prof Sumarji mengatakan, uji kompetensi yang berlangsung di kantor BKD Provinsi Jatim selesai sekitar pukul 17.00. “Pukul 19.00 nanti (tadi malam, Red) langsung kami serahkan kepada Pak bupati,” ujar Sumarji dihubungi koran ini kemarin sore. 

Lebih jauh Sumarji mengungkapkan, kewenangan pansel adalah menyeleksi berkas administrasi hingga menggelar uji kompetensi. Selanjutnya, mereka menyerahkan tiga nama yang lolos kepada bupati. “Perkara siapa (kandidat, Red) yang dipilih, itu hak prerogatif beliau,” lanjut Sumarji sembari menyebut nama-nama kandidat yang lolos diumumkan pukul 00.00 dini hari tadi di website Pemkab Nganjuk.

Dikatakan Sumarji, tujuh pejabat eselon II yang mengikuti seleksi sekda kemarin harus menjalani serangkaian tes. Mulai kemampuan teknis, sosiokultural, integritas, inovasi, dan problem solving.

Para pejabat yang sudah beberapa kali mengikuti asesmen itu, diakui Sumarji tidak kesulitan mengerjakan tiap tahapan tes. Mereka sudah terbiasa mengerjakan materi soal dalam uji kompetensi. Dampaknya, nilai yang mereka peroleh juga tidak terpaut jauh. Yakni, yang tertinggi 85 dan terendah 77. Hanya beda tipis. Peserta sudah menguasai materi,” pujinya. 

Selama proses uji kompetensi, menurut Sumarji, pejabat yang sudah beberapa kali menduduki posisi kepala dinas terlihat lebih berpengalaman dan menonjol. Meski demikian, pejabat yang baru kali pertama menduduki posisi kepala dinas juga ada yang memberikan kejutan. “Punya terobosan bagus. Programnya bagus,” terangnya.     

Sementara itu, sejumlah peserta memiliki kesan beragam usai mengikuti uji kompetensi. Kepala Dinas Pendidikan Nganjuk Mokhamad Yasin mengatakan tidak ada materi yang sulit kemarin. “Alhamdulillah tidak ada yang berat, Mas,” ujarnya.     

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gunawan Widagdo menyebut telah memberi ide baru kepada pansel kemarin. “Saya rasa paling berat ya uji gagasan,” ungkapnya sembari menyebut uji ini butuh orisinalitas pemikiran. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Suharono yang juga mengikuti uji kompetensi mengaku semua tahapan ujian masuk kategori berat. Meski begitu, dia bersyukur bisa melewati proses tersebut dengan lancar. “Alhamdullah bisa sampai tuntas,” ungkapnya lega.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sopingi. Usai menjalani ujian dia mengaku deg-degan. “Alhamdulilllah sudah selesai. Belum tahu hasilnya. Pansel masih rapat. Dag-dig-dug derrr,” tulis Sopingi lewat WhatsApp. 

Tak berbeda jauh dengan empat kandidat sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Judi Ernanto berujar ujian bagian wawancara dan presentasi cukup menguras pikiran. “Saya cermati tadi (kemarin, Red), tim pansel ingin menggali potensi kemampuan dari berbagai sudut pandang,” tuturnya sembari bersyukur bisa menjalani tes sampai tuntas.  

 Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Nafhan Tohawi pun memberi respons yang hampir sama dengan teman-temannya. Dia menganggap tidak ada yang berat dalam tes. “Prosesnya pemaparan dan wawancara, presentasi makalah sudah biasa,” urainya.

Sayang, Kepala Dinas Perhubungan Nur Solekan belum bisa dikonfirmasi terkait proses uji kompetensi kemarin. Saat dihubungi lewat ponselnya, belum direspons.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia