Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jadi ODR, Lansia Rawan Terinfeksi

Kondisi Memburuk, Pasien Isolasi Dirujuk

29 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

grafis perkembangan korona nganjuk

grafis perkembangan korona nganjuk (ilustrasi: afrizal saiful mahbub, dedi nurhamsyah- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Setelah terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif selama tiga hari berturut-turut, kemarin tidak lagi ditemukan penderita Covid-19 baru. Meski demikian, potensi penambahan kasus tetap ada. Pasalnya, jumlah orang dalam risiko (ODR) masih tetap bertambah. 

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, total ODR kemarin sebanyak 48.003 orang atau bertambah 25 kasus dibanding sebelumnya. Puluhan orang tersebut jadi perhatian gugus tugas karena berpotensi tertular korona.

Ketua Tim Penanggulangan Virus Korona RSUD Nganjuk dr Mei Budi Prasetyo SpP mengatakan, orang-orang berstatus ODR sangat rentan tertular Covid-19. Misalnya, lansia, orang dengan komorbid, penderita obesitas, hingga petugas kesehatan yang sedang merawat orang sakit Covid-19. “Mereka rentan terinfeksi virus,” ungkap Mei.

Jika kekebalan tubuh mereka kalah, menurut Mei ODR tersebut akan jatuh sakit. Dampaknya akan bertambah berat jika yang diserang adalah lansia. Termasuk, orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertansi, sakit jantung, ginjal, paru kronis dan TBC. “Orang dengan gejala berat seperti ini harus dirawat di rumah sakit,” lanjut dokter spesialis paru ini. 

Adapun ODR seperti petugas medis atau orang yang merawat orang sakit Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang, bisa melakukan isolasi mandiri (isoman, Red) di rumah. “Mereka yang isoman ini harusnya sudah berkonsultasi dengan dokter atau tim medis,” terangnya.

Menurut Mei pasien yang menjalani isolasi mandiri harus diberi pemahaman yang lebih akurat. Apabila gejalanya semakin memburuk seperti panasnya tambah tinggi, ada sesak, lemas maka mereka wajib dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19. “Meski isoman, kondisi mereka harus tetap terkontrol,” tegasnya.

Dengan kasus Covid-19 yang masih terus bertambah, menurut Mei pandemi ini masih belum selesai. Semua orang punya potensi terpapar Covid-19. “Kita memang harus mampu beradaptasi dengan situasi pandemic. Setidaknya menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan menjaga imun,” pesannya.

Mei mengingatkan, virus korona mampu bertahan di tubuh dan bisa menyebabkan infeksi meski tubuh belum mengalami sakit. Dari beberapa lokasi yang rawan penularan, Mei tak menyangkal jika perkantoran berpotensi menjadi klaster.

Apalagi, di Nganjuk juga sudah pernah ada penularan dari teman satu kantor.  “Ya ada penularan yang teridentifikasi dari teman kantor,” ungkap mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Nganjuk ini meminta warga waspada.

Sementara itu, dengan tidak adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, total orang yang terinfeksi di Nganjuk tetap 184 kasus. Seolah kompak dengan status tersebut, pasien dalam pengawasan (PDP) juga tak bertambah alias tetap 223 kasus. Demikian pula orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 115 kasus, serta orang tanpa gejala (OTG) tetap 3.328 kasus.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia