Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pasien Isolasi Mandiri Tak Perlu Di-swab

Bertambah Dua Kasus Positif Covid-19

28 Juli 2020, 12: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

grafis perkembangan korona nganjuk

grafis perkembangan korona nganjuk (ilustrasi: afrizal saiful mahbub, dedi nurhamsyah- radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menerapkan aturan baru terkait penanganan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Pasien positif tanpa gejala itu kini tak perlu menjalani tes swab untuk menentukan kesembuhannya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr Hendriyanto mengatakan, untuk pasien yang menjalani isolasi mandiri kesembuhannya hanya ditentukan dengan waktu lamanya isolasi. Yaitu, selama 14 hari. “Setelah isolasi mandiri selama 14 hari dinyatakan sembuh. Tidak perlu di-swab,” ujar Hendri. 

Lebih jauh Hendri mengungkapkan, tes swab hanya dilakukan untuk menentukan pasien terinfeksi virus korona atau tidak. Selebihnya, jika pasien positif dalam kondisi sehat mereka hanya perlu isolasi mandiri selama dua minggu.

Tak hanya perubahan penanganan pasien isolasi mandiri, menurut Hendri metode screening juga berubah. Misalnya, rapid test hanya akan dilakukan kepada orang yang kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif. Selebihnya, rapid test dilakukan pada  kelompok tertentu seperti pasar hewan atau pasar bawang. “Tracing tetap perlu tetapi tidak semuanya di-rapid,” terang Hendri.

Dengan perubahan penanganan pasien tersebut, menurut Hendri pasien positif tanpa ada gejala bisa sembuh lebih cepat. Termasuk pasien yang menjalani isolasi di RS Darurat Covid-19 Pu Sindok. Mereka bisa pulang lebih cepat jika tidak menunjukkan gejala sakit. 

Adapun untuk pasien terkonfirmasi positif yang disertai dengan gejala penyakit, menurut Hendri kesembuhannya tetap akan ditentukan oleh dokter yang menangani. “Sudah berbeda lagi,” urainya.

Untuk diketahui, hingga kemarin kasus Covid-19 di Nganjuk masih terus bertambah. Hendri menyebut total ada dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru. Mereka adalah laki-laki berusia 47 tahun asal Tanjunganom, dan pasien perempuan berusia 59 tahun asal Nganjuk. “Keduanya dirawat di RS Bhayangkara Moestadjab,” ujar pria yang juga sekretaris Dinas Kesehatan Nganjuk itu.

Lebih jauh Hendri menegaskan, pasien asal Tanjunganom mengeluh sesak napas, pusing, dan lemas. Adapun pasien asal Nganjuk mengeluh batuk dan badannya lemas. 

Dengan kondisi tersebut, keduanya tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah. Melainkan harus menjalani perawatan di rumah sakit sampai dinyatakan sembuh.

Sementara itu, dengan tambahan dua pasien tersebut, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Nganjuk kini mencapai 184 kasus. Sebanyak 102 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Kemudian, pasien meninggal sebanyak 24 orang, dan 58 lainnya masih harus menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

Selain pasien terkonfirmasi positif, kemarin juga kembali ada penambahan pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 223 kasus. Selanjutnya, orang dalam pemantauan (ODP) tak berubah alias 115 kasus.

Seperti sebelumnya, penambahan terjadi lagi untuk status orang dalam risiko (ODR) yang kemarin menjadi 47.978 orang. Sedangkan orang tanpa gejala tak bertambah alias tetap 2.328 orang. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia