Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik
Hari Jadi Kota Kediri

Bincang Hari Jadi Ke-1141 Kota Kediri dengan Mas Abu

Lebih Banyak Terobosan dan Inovasi

27 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Bincang Hari Jadi Ke-1141 Kota Kediri dengan Mas Abu

(Ilustrasi : Afrizal Saiful Mahbub)

Share this          

Perayaan hari jadi Kota Kediri kali ini sangat berbeda. Berlangsung di tengah pandemi korona yang membuat limbung semua sektor. Kegiatan pun berlangsung sederhana dan secara virtual. Namun, selalu ada hikmah di balik musibah. Berikut petikan wawancara dengan Wali Kota Abdullah Abu Bakar.

Apa yang membedakan peringatan Hari Jadi Kota Kediri tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya?

Banyak kegiatan di masa pandemi Covid-19 yang seharusnya dilaksanakan harus ditiadakan tahun ini. Karenanya, kita mengadakan kegiatan secara virtual. Semua kegiatan jadi lebih sederhana. Termasuk khotmil Quran (khataman) yang digelar hari ini (kemarin, Red). Dengan khotmil Quran, kita berupaya semaksimal mungkin  mendoakan agar pandemi segera hilang dari Indonesia dan Kota Kediri. Allah segera mencabutnya (pandemi).

Apakah pandemi Covid-19 sangat berdampak di Kota Kediri?

Dampaknya sangat besar terhadap kehidupan kita. Khususnya di bidang ekonomi, sosial, dan agama. Karena itu, sebenarnya bukan saja rangkaian hari jadi yang terkena imbasnya. Banyak program pemerintah kota juga tidak ada. Kita harus menggeser anggaran sangat besar yang masuk dalam biaya tidak terduga (BTT) untuk penanganan dampak Covid-19.

Hikmah apa yang bisa diambil dengan pandemi Covid-19?

Yang pertama, kita harus mengakui persiapan dunia menghadapi Covid-19 sangat lemah. Prepare-nya tidak ada. Tapi kita bisa mengambil hikmah dari pandemi ini. Misalnya Industri 4.0 yang sering kita gaungkan sebelumnya. Di masa pandemi, kita banyak membuat website dan aplikasi. Artinya, program smart city bisa lebih cepat dibanding prediksi kita.

 

Lantas apa yang ingin didorong Pemkot?

Pelaku UMKM (usaha mikro kecil menengah, Red) kita begitu terdampak. Namun, sekarang kita push terus menuju marketplace. Dengan pandemi, kita memutar otak untuk mencarikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi UMKM. Mau tidak mau UMKM kita harus bertransformasi ke dunia digital. Begitu pula dengan perizinan. Yang tadinya biasa-biasa dengan kertas, sekarang tidak perlu tatap muka lagi untuk mengurusnya. Kita ingin menemukan solusi dengan keterbatasan bertemu. Karena itu, pandemi membuat kita menjadi lebih banyak membuat terobosan dan inovasi. Pelayanan ke masyarakat tidak boleh berhenti karena pandemi. Saya juga meminta semua kepala dinas (organisasi perangkat daerah) untuk belajar dunia digital. (baz/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia