Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > PERSIK KEDIRI
icon featured
PERSIK KEDIRI

Jangan Sampai Jadi Klaster Baru

Persik Ingatkan soal Protap Liga 1

25 Juli 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

LEGIUN ASING: Jefferson Formigao merupakan satu-satunya pemain luar negeri di Persik yang masih tinggal di Kediri.

LEGIUN ASING: Jefferson Formigao merupakan satu-satunya pemain luar negeri di Persik yang masih tinggal di Kediri. (ANWAR BAHAR BASALAMAH)

Share this          

KOTA, JP Radar Kediri – Persiapan Liga 1 semakin dimatangkan. Salah satunya ditunjukkan PSSI yang berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Itu artinya ada lampu hijau dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melanjutkan kompetisi Liga 1 pada 1 Oktober.

          Mengenai pertemuan tersebut, Presiden Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih mengapresiasinya.  Dia menjelaskan, proses koordinasi dari PSSI bersama BNPB sangat penting. Pertemuan tersebut sebagai rekomendasi kepada seluruh tim untuk melanjutkan kompetisi di tengah pandemi. “Rekomendasi yang diberikan BNPB akan menjadi pegangan klub mengikuti kompetisi,” ujar Hakim.

         Lelaki yang juga anggota DPR RI ini mengatakan, bergulirnya kembali kompetisi di masa pandemi tidak mudah dilakukan. Risiko gangguan kesehatan menjadi taruhannya. Terutama bagi pemain, tim pelatih dan ofisial tim.

Karenanya, dari pertemuan tersebut, hal itu menunjukkan keseriusan PSSI menerapkan protokol kesehatan selama liga digelar pada Oktober 2020 sampai Februari tahun depan itu.

Hakim menyatakan Persik akan berusaha mengikuti regulasi yang ditetapkan PSSI. Khususnya berkaitan dengan prosedur tetap (protap) protokol kesehatan. “Kami menghormati keputusan PSSI yang sudah berkoordinasi dengan BNPB,” kata Hakim.

         Di tengah maraknya penyebaran Covid-19 di Indonesia, Hakim berharap, protokol kesehatan yang sudah disusun bisa diterapkan oleh semua stakeholder di Liga 1. Jangan sampai ada yang tidak menurut hingga lupa tidak menjalankan protap yang berlaku. “Kami ingin langkah yang ditetapkan PSSI terkait kelanjutan liga tidak menjadikan klaster baru dan kompetisi dapat berjalan lancar,” harapnya.

         Untuk diketahui, pertemuan untuk koordinasi dari PSSI dan BNPB itu dihadiri langung oleh Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan. Pembahasan tersebut menentukan siap atau tidaknya para stakeholder klub dan PSSI sendiri untuk melanjutkan kompetisi.

         Karena sudah hampir lima bulan pertandingan sepak bola tanah air dihentikan karena ada pandemi Covid-19. Para pemain dan pelatih banyak yang berlatih sendiri menjaga protokol kesehatan di rumah masing-masing. Dan menunggu kepastian apakah liga akan dilanjutkan atau dihentikan. (syi/baz)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia