Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (11)

24 Juli 2020, 14: 05: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

WATU TULIS: Kondisi Prasasti Gneng I di Museum Balai Desa Brumbung, Kepung (foto bawah). Lokasi kawasan Watu Tulis yang baru saja ditemukan petirtaan kuno pada Juli 2020.

WATU TULIS: Kondisi Prasasti Gneng I di Museum Balai Desa Brumbung, Kepung (foto bawah). Lokasi kawasan Watu Tulis yang baru saja ditemukan petirtaan kuno pada Juli 2020. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/JPRK)

Share this          

MOCH. DIDIN SAPUTRO/JPRK

WATU TULIS: Kondisi Prasasti Gneng I di Museum Balai Desa Brumbung, Kepung (foto bawah). Lokasi kawasan Watu Tulis yang baru saja ditemukan petirtaan kuno pada Juli 2020.

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (11)  //

Tersimpan Peninggalan Purbakala di Lemah Geneng //

Di Brumbung, Kepung nama areal persawahan Watu Tulis telah dikenal. Tersimpan peninggalan sejarah luar biasa. Buktinya, tercatat di prasasti Gneng.

Berbagai peninggalan purbakala yang kini tersimpan di Museum Desa Brumbung menjadi sebagian kecil sarana mengungkap peradaban di daerah timur Kabupaten Kediri. Tak hanya pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Lokasi ini juga jadi daerah penting saat Kejayaan Kerajaan Kadiri hingga Majapahit.

Hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan dua prasasti yang pernah ditemukan di desa ini. Prasasti Gneng I dan Prasasti Gneng II. Dua prasasti ini dikeluarkan oleh raja berbeda masa.

Prasasti Gneng I dari masa pemerintahan Raja Bameswara. Itu ditandai dengan adanya Candra Kapala Lancana. Sebuah lencana berlambang tengkorak menggigit bulan sabit.

“Prasasti Gneng I tertulis angka tahun 1050 saka,” ujar Pemerhati Sejarah sekaligus Ketua Komunitas Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri (Pasak) Novi Bahrul Munib.

Prasasti ini masih membahas tentang penerimaan sejumlah warga atas penghargaan tanah perdikan di utara Kali Serinjing. Yang saat ini diduga kuat menjadi kawasan Lemah Geneng di sekitar Watu Tulis, Dusun Kebonagung, Desa Brumbung.

Sementara Prasasti Gneng II berasal dari Kerajaan Majapahit. Yakni pada masa pemerintahan Tribuwana Tunggadewi yang dikeluarkan pada tahun 1251 saka atau 1329 masehi.

Bukti peninggalan dua prasasti itu saat ini disimpan di Museum Desa Brumbung. Bersama benda-benda purbakala yang ditemukan dari areal Watu Tulis lainnya. Seperti 3 buah yoni, arca dewa, umpak, dorpel, dan jambangan. Juga sepasang dwarapala yang dikenal sebagai patung penjaga pintu tempat suci. Selain itu ada juga kepala kala yang terlihat masih utuh.

Sementara di kawasan Watu Tulis, juga terdapat peninggalan berupa bangunan petirtaan kuno. Yang mulai awal Juli 2020 diekskavasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Dari hasil observasi BPCB Jatim, petirtaan tersebut terpendam akibat aktivitas vulkanik Gunung Kelud. Termasuk bencana banjir yang menerjang membuat sebagian struktur bangunan pemandian suci itu runtuh.

Tak hanya itu, ada dugaan kuat bahwa petirtaan tersebut juga menjadi komponen tersendiri dari kompleks percandian. Hal ini dipertegas Ketua Tim Ekskavasi BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho, dia mencontohkan seperti petirtaan di kompleks Candi Penataran. Pada kompleks candi terbesar di Jatim itu pada selatan dari candi induk terdapat petirtaan kecil.

“Jadi petirtaan itu sebagai pelengkap yakni unsur tirta atau air suci di kompleks percandian,” jelasnya.

Nah, apakah di lokasi Watu Tulis juga demikian? Hal tersebut, kata Wicaksono, sangat dimungkinkan. Dan itulah yang akan dicari tahu apakah petirtaan yang ada di sana memiliki konektivitas dengan bangunan suci lain berupa candi disekitarnya atau tidak. Yang jelas, ia menegaskan bahwa dari penuturan warga setempat, banyak yang pernah menjumpai struktur bata kuno di areal persawahan itu.

Bagaimanapun, termasuk benda purbakala yang kini disimpan di museum Desa Brumbung, sudah menjadi salah satu bukti pentingnya kawasan Lemah Geneng tersebut. Kawasan yang masih menyimpan bukti peninggalan purbakala.

Tentu saja hal tersebut  juga mengindikasikan bahwa di kawasan Desa Brumbung sangat dimungkinkan ada bangunan suci berupa candi. “Bukti-bukti itu memang menjadi pelengkap bangunan candi,” ujar arkeolog ini. (din/bersambung/ndr)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia