Sabtu, 15 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Lereng Utara Kelud, Kawasan Penting Sejarah Jawa (10)

Yoni Terserak di Banyak Tempat

23 Juli 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

PENINGGALAN KERAJAAN : Kondisi yoni yang berada di Punden Mbah Bakut Desa Gadungan, Puncu.

PENINGGALAN KERAJAAN : Kondisi yoni yang berada di Punden Mbah Bakut Desa Gadungan, Puncu. (MOCH. DIDIN SAPUTRO/JPRK)

Share this          

Pada era klasik, keberadaan yoni sangatlah penting untuk pemujaan. Menjadi lambang kesuburan pada kawasan yang dianggap sakral. Banyak ditemukan di Puncu dan Kepung.

       Sejumlah peninggalan benda purbakala yang ada di lereng utara Kelud menjadi bukti kuat kejayaan kawasan tersebut kala itu. Meski sejumlah bukti-bukti telah terpendam, namun beberapa di antaranya masih tampak jelas terserak di sejumlah tempat.

Benda-benda tersebut rata-rata menjadi benda penting di zaman kerajaan. Salah satunya adalah lingga dan yoni. Benda ini hampir ada di semua desa di Kecamatan Kepung dan Kecamatan Puncu. Termasuk yoni yang saat ini ada di Punden Mbah Bakut Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Yoni ini memang masih terlihat bagus, meski bagian cerat sudah tidak ada.

       Dari keterangan Pemerhati Sejarah Kabupaten Kediri Novi Bahrul Munib, di Kepung dan Puncu setidaknya ada sekitar 10 yoni yang tersebar di beberapa desa. Yang kondisinya masih bagus dan terawat adalah di Desa Brumbung, Kecamatan Kepung. "Di Kecamatan Kepung, ada yoni yang tergeletak di tepi jalan, bahkan digunakan untuk tiang bendera," ujarnya.

       Yoni itu berada di Dusun Sukabumi, Desa Siman. Dulu kawasan itu sempat jadi lokasi pabrik kopi Sukabumi. Kawasan itu tak jauh dari lokasi penemuan Prasasti Harinjing yang menyebut kata Kediri pertama kali.

       Kemudian di di Kecamatan Puncu, yoni tersapat di Desa Wonorejo yang saat ini dipindah ke Dusun Dorok, Desa Manggis. Kata Novi, di Desa Satak juga ada.

Dan yang paling banyak adalah sebaran yoni di Kecamatan Kepung. Mulai dari Desa Besowo, Siman, Brumbung, Kampungbaru, Kepung. "Di Dusun Nglarangan, Desa Krenceng juga ada. Bahkan lengkap dengan yoni dan lingga," ungkapnya.

       Jika dilihat, memang yoni bukan in situ atau bukan dari tempat tersebut. Namun juga tidak menutup kemungkinan di dekat penemuan yoni itu terdapat bangunan sakral yang kini terpendam. Sebab, Novi menjelaskan bahwa yoni rata-rata ditaruh di tempat pemujaan atau tempat sakral. Termasuk untuk keperluan ritual.

       Dari sejumlah literatur, lingga merupakan gambaran dari pria.  Itu seperti bentuknya yang menyerupai alat kelamin pria. Sehingga lingga juga bisa diartikan sebagai simbol kejantanan pria. Sementara yoni menggambarkan perempuan karena bentuknya mirip dengan alat kelamin perempuan atau vagina. Diartikan juga sebagai simbol kesuburan perempuan.

       Pada masa kerajaan Hindu, lingga dan yoni selalu berada di tengah kompleks bangunan yang dipengaruhi Hindu. Seperti keraton, goa, ataupun bangunan candi.

Bukti-bukti sebaran yoni tersebut menegaskan bahwa kawasan lereng utara Kelud ini merupakan daerah yang penting. Menjadi lokasi sakral sejak era kerajaan. (din/dea/bersambung)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia