Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Heru Subrata, Pelatih SSB yang Banyak Lahirkan Pemain Nasional

Ubah Latihan usai Coaching Clinic

19 Juli 2020, 14: 00: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

TANGAN DINGIN: Heru memberi briefing pada siswa sekolah sepak bola (SSB) Airlangga di sela-sela latihan di Lapangan Wates Sabtu (11/7).

TANGAN DINGIN: Heru memberi briefing pada siswa sekolah sepak bola (SSB) Airlangga di sela-sela latihan di Lapangan Wates Sabtu (11/7). (FAJAR RAHMAD/JPRK)

Share this          

Banyak talenta bagus lahir dari tangannya. Beberada di antaranya mencuat menjadi pemain nasional. Menjadi kebanggaannya sebagai pelatih sekolah sepak bola.

Lelaki itu namanya Heru Subrata. Usianya hampir 60 tahun.  Di usia seperti itu posturnya  masih tegap. Masih terlihat gagah.

Heru adalah pelatih sekolah sepak bola (SSB) Airlangga Wates. Dari tangannya lahir beberapa talenta yang menjadi pemain nasional. Paling bersinar adalah Nadeo Argawinata. Kiper Bali United yang juga penggawa timnas PSSI U-22. Sosok ini sempat menjadi idola publik bola tanah air karena keliatannya di bawah mistar gawang.  

Masih ada lagi anak didik Heru yang moncer. Oky Alfysa, pernah menjadi anggota skuad timnas PSSI U-16  pada 2013. Lalu ada Aldi Dewantara, pemain Persiga Trenggalek dan Jajang Paliyama yang pernah merumput bersama Semen Padang.

Nama-nama itu merupakan hasil didikan Heru. Talenta besar mereka dipoles oleh lelaki yang sudah melanglang buana ke berbagai kota untuk melatih berbagai SSB. Beragam prestasi dipersembahkan oleh Heru bersama para pemain yang kini merumput di Liga Indonesia tersebut. Bila dihitung, 30-an trofi sudah dikoleksi SSB Airlangga hingga saat ini.

“ Beberapa pelatih yang kekurangan pemain meminjam dari SSB binaan saya,” kenang Heru, yang kesehariannya saat ini menjadi petugas keamanan di SMPN 2 Wates.

SSB Airlangga yang dibina Heru, dan Sahabatnya Heri, ini pada era 2000 telah mengikuti kompetisi hingga Surabaya. Hal ini membuat Heru menjadi kenal dengan beberapa pelatih akademi sepak bola di Jawa Timur. Dari jaringan pelatih SSB inilah Heru bisa mengantarkan beberapa anak didiknya ke klub-klub liga Indonesia.

Sebagai pelatih sepak bola Heru juga tak lelah dalam menambah ilmu kepelatihan. Dia sering mengikuti coaching clinic. Baik di Kediri maupun luar Kediri. Paling berkesan baginya, dia pernah mengikuti coaching clinic yang digelar Jawa Pos Radar Kediri dengan mendatangkan Jackson F. Tiago, mantan pelatih timnas Indonesia dan Persipura, pada 2014.

Dalam coaching clinic itu Heru mendapatkan ilmu bila anak-anak usia 9 hingga 12 tahun tidak sama materi latihannya dengan umur yang 20 tahun. Maka dari pembelajaran itu, Heru mengubah cara melatih di SSB Airlangga.

Tekad Heru di dunia sepak bola pernah hampir patah karena kecelakaan yang membuat dia jatuh dari motor ketika umur 25. Namun hal itu tidak mematahkan semangatnya. Rekannya sesama pelatih bernama Muheri membangunkan kembali semangatnya.  Muheri mengajak Heru menciptakan SSB untuk mewadahi bakat anak-anak di Wates. Begitu eratnya hubungan kedua orang ini hingga banyak yang menganggap sebagai kakak beradik.

“Mas Heri itu orangnya gila bola banget. Hingga melihat saya yang hampir putus asa diajak untuk membangun SSB Airlangga ini,” terang Heru usai melatih di lapangan Wates Sabtu (18/7).

Dalam membina SSB Airlangga Heru dan Heri saling mengisi. Bergantian mengisi peran dalam menemani pemain asuhannya. Termasuk dalam mengikuti pertandingan di mana saja.

Merebaknya pandemi korona bisa jadi blessing bagi Heru. Pemain seperti Nadeo dan beberapa lain yang merumput di liga Indonesia kembali ke Kediri. Karena itu dalam setiap latihan ibarat reuni bagi mereka. Nadeo dkk ikut mendampingi Heru melatih anak-anak.

Para jebolan SSB Airlangga itu memang begitu bangga dengan SSB yang membesarkan dirinya itu. Tak heran bila Nadeo menamakan generasinya sebagai ‘Airlangga Reborn’. (jar/fud)

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia