Sabtu, 19 Sep 2020
radarkediri
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Amankan Puluhan Kilogram Daging

14 Juli 2020, 13: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Han

Uji Laboratorium (radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Satreskrim Polres Nganjuk mengamankan sekitar 80 kilogram daging yang diduga oplosan daging sapi dan celeng dari Pasar Kertosono dan Lengkong, Selasa (7/7). Untuk proses hukum lebih lanjut, mereka masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, puluhan kilogram daging yang diduga oplosan itu diamanakn dari empat pedagang. Yaitu, BP, 51; Yt, 53; dan Byn, 568 pedagang di Pasar Kertosono. Serta, SY, 45, pedagang di Pasar Lengkong.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, penggerebekan tim Satreskrim Polres Nganjuk dilakukan sekitar pukul 04.00. “Sangat cepat. Setelah itu langsung pergi membawa daging di karung,” ujar salah satu pedagang di Pasar Kertosono.

Meski sempat dimintai keterangan minggu lalu, menurut pedagang yang enggan namanya dikorankan tersebut, tiga pedagang daging yang dagangannya sempat diamankan itu sudah berjualan lagi. “Beberapa hari ini sudah berjualan seperti biasa,” lanjut perempuan berusia 39 tahun itu.

Informasi koran ini dari internal Polres Nganjuk, penggerebekan Selasa pagi lalu dilakukan setelah petugas mendapat informasi jika keempat pedagang itu diduga menjual daging oplosan. Berbekal informasi itu, polisi langsung melakukan penyitaan. Selain daging, polisi juga menyita timbangan, bandul timbangan, dan mesin pendingin daging.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nganjuk Heni Rochtanti yang dikonfirmasi koran ini membenarkan adanya razia dari Polres Nganjuk. “Memang benar ada razia daging yang ditengarai daging celeng. Saya tahunya juga saat diberitahu oleh koordinator pasar setempat,” ungkap Heni kepada Jawa Pos Radar Nganjuk kemarin siang.

Menurut informasi yang diterimanya, kecurigaan polisi muncul karena daging tidak diwadahi kantong kresek. Melainkan ditempatkan di karung. “Biasanya kalau daging sapi yang sudah dipotong-potong kan ditaruhnya di kantong kresek,” lanjutnya.

Lebih lanjut Heny menjelaskan, daging yang dicurigai itu lantas diamankan oleh Korps Bhayangkara. Meski demikian, disperindag tidak turut terjun langsung ke tempat kejadian perkara (tkp). Pun demikian, turut mengecek daging tersebut. “Kalau ini bukan razia gabungan,” sambung perempuan berkacamata tersebut.

Atas adanya temuan dugaan daging celeng tersebut, pihaknya mengaku tidak ingin mencampuri proses yang dilakukan pihak kepolisian. “Sejauh yang saya tahu seperti itu. Kalau untuk kebenaran dugaan tersebut, saya juga belum mendapat informasi lagi,” sambung Heni.

Terpisah, Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto mengamini pihaknya telah melakukan razia daging yang diduga oplosan. Hanya saja, ia belum bisa memberikan banyak keterangan ke media massa lantaran masih melakukan pendalaman materi.

Tak hanya itu, Handono juga belum dapat memastikan kandungan apa yang ada dalam daging yang diamankan anggotanya. Apakah benar merupakan daging celeng atau tidak. “Masih dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu,” ujar perwira dengan dua melati emas di pundak itu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia