Kamis, 13 Aug 2020
radarkediri
Home > Politik
icon featured
Politik

Takut Gagal, Petani Pilih Menanam Jagung

Dispertan Targetkan Produksi Padi 600 Hektare

13 Juli 2020, 12: 10: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

Pertanian

TABUR BENIH: Sejumlah petani di Kelurahan Kramat, Kecamatan Nganjuk memilih tetap menanam jagung di awal musim kemarau tahun ini. (Rekian - radarkediri.id)

Share this          

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Upaya dinas pertanian (dispertan) mendorong petani menanam padi untuk ketersediaan pangan di kondisi pandemi, agaknya tak sepenuhnya dituruti. Dengan curah hujan yang tak menentu di awal kemarau, petani tak berani berspekulasi. Mereka tetap menanam jagung seperti kebiasaan sebelumnya.

Seperti yang diungkapkan Kasmadi, 65, asal Kelurahan Kramat, Nganjuk. Menurutnya, selama ini belum ada petani di kelurahannya yang menamam padi pada bulan Juli seperti sekarang. “Kami tidak mau ambil risiko, pasti airnya sudah sulit. Tidak cukup untuk memenuhi tanaman padi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk

Berbeda dengan padi, kebutuhan air untuk tanaman jagung tidak terlalu banyak. Karena itu, air dari hasil menyedot sumur tanah masih akan mencukupi. Karenanya, petani tetap memilih menanam jagung di awal musim kemarau ini. 

Terkait permintaan dispertan agar para petani tetap menanam padi, pria tua itu mengaku tidak mengetahuinya. Karenanya, dari total puluhan hektare sawah di Kelurahan Kramat, tahun ini hampir semuanya ditanami padi. “Setelah panen padi langsung ditanam jagung tidak bisa menunggu terlalu lama,” ungkapnya.

Pantauan koran ini, hal serupa juga terjadi di beberapa daerah lainnya. Misalnya di area persawahan Desa Sumengko, Sukomoro. Selain jagung, petani di sana memilih menanam bawang merah. Selebihnya ditanami kacang dan sayuran.

Demikian juga di area persawahan Desa Kedungdowo, Tanjunganom. Para petani di sana juga kebanyakan memilih menanam jagung. Petani di Desa Rowoharjo, Prambon yang baru selesai menanam padi kini juga membajak sawah dan mulai menanam jagung.

Padahal, area persawahan di Tanjunganom dan Prambon termasuk jadi andalan dinas pertanian untuk peningkatan produksi padi di masa pandemi. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Judi Ernanto. Menurutnya, selain Tanjunganom dan Prambon, ada juga Kecamatan Ngronggot, Jatikalen dan Patianrowo yang jadi andalan.

Terkait banyaknya petani di daerah tersebut yang memilih menanam jagung, Judi menyebut untuk Kecamatan Prambon, Ngronggot, dan Tanjunganom memang hanya sebagian yang menanam padi. “Memasuki musim kemarau ini yang jadi kendala memang airnya. Kami juga tidak bisa memaksa (menanam padi, Red),” jelas Judi.

Meski demikian, Judi tetap optimistis target luas tanaman padi sebesar 600-1.000 hektare bisa tercapai. “Tetap optimis. Saat ini di beberapa daerah kawasan tanaman bawang merah di Rejoso ada yang memilih menanam padi. Kami belum cek berapa luasannya,” jelas Judi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia